Jasmine Laticia alias 'Jeje Slebew' yang merupakan salah satu remaja Citayam Fashion Week kini digandeng oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Menteng untuk membantu mensosialisasikan aturan nongkrong di kawasan Sudirman dan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Wanita yang dikenal publik karena gaya pakaian yang nyentrik dan kerap hilir mudik di kawasan Dukuh Atas tersebut menjadi duta protokol kesehatan (prokes) di kawasan Sudirman, Jakarta.
Lalu, seperti apakah fakta-fakta Jeje Slebew yang digandeng jadi duta aturan nongkrong kawasan Sudirman? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
1. Jeje dekat dan akrab dengan remaja-remaja Citayam
Diketahui, Jeje Slebew dipilih menjadi duta protokol kesehatan yang bertugas membantu Satpol PP mengatur dan menjaga protokol kesehatan di kawasan tersebut karena Jeje nampak dekat dan akrab dengan anak-anak remaja asal Citayam.
Selain itu, ketenaran Jeje sekarang dipercaya bisa membuat para remaja khususnya kelompok SCBD bisa memahami aturan sehingga tidak membuang sampah sembarangan, serta puntung rokok sembarangan.
2. Satpol PP Tidak Sengaja Bertemu Jeje Slebew
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kecamatan Menteng, Hendra menyebut bahwa pihaknya bersama tiga pilar di Kecamatan Menteng tidak sengaja bertemu dengan Jeje saat memantau kawasan Jalan Kendal dan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin, 11 Juli 2022.
"Saya dengan Jeje mengajak teman-teman atau adek-adek remaja yang sering berkunjung ke area Kendal, tidak boleh membuang sampah sembarangan, hindari kerumunan," kata Hendra saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Tokyo Fashion Jepang Beri Dukungan atas Fenomena Citayam
3. Berharap aturan bisa lebih ditaati oleh para remaja 'SCBD'
Hendra juga menjelaskan bahwa imbauannya bersama Jeje yang memiliki nama Jasmine Laticia tersebut diharapkan bisa membuat para remaja terkhusus kelompok SCBD memahami aturan, sehingga tidak lagi membuang sampah sembarangan, baik bekas makanan dan minuman, hingga puntung rokok.
4. Jeje mengajak teman-temannya menjaga prokes
Dalam kesempatan yang sama, Jeje mengajak rekan-rekannya untuk bisa menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan menggunakan masker saat berkunjung ke kawasan Sudirman.
"Kalian yang pengen main ke Sudirman atau di manapun itu tolong banget jaga prokesnya yang pertama, kedua ikutin aturan PPKM Level 1, selalu gunakan masker, itu aja sih dari Jeje," pesan wanita berusia 16 tahun tersebut.
5. Alasan remaja SCBD kerap nongkrong di kawasan Sudirman
Diketahui, adanya fenomena remaja SCBD yang melakukan ‘fashion show’ atau aksi busana ini didasari karena mereka menganggap bahwa potret suasana kawasan Stasiun Sudirman BNI City di Dukuh Atas seperti berada di Korea Selatan.
Oleh karenanya para remaja tersebut kerap dan senang berkumpul di kawasan tersebut.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Tag
Berita Terkait
-
Tokyo Fashion Jepang Beri Dukungan atas Fenomena Citayam
-
Keren! Media Fashion Jepang Ini Soroti Fenomena Citayam Fashion Week di Kawasan Sudirman
-
6 Artis Citayam Fashion Week
-
Siapa Bonge Remaja Bojonggede yang Digadang-gadang Jadi 'Penguasa' Sudirman?
-
Dede Yusuf Kenalkan Ibu Jeje, Warganet: Udah Viral Baru Dicari
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!