Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal membuat Sarinah mini di bandara-bandara. Hal ini untuk memajangkan produk UMKM agar bisa dikenal oleh wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Ini sebagian kecil dari 500 UMKM yang sudah bergabung di Sarinah, kami tak berpuas diri dan terus dorong Sarinah-Sarinah mini di bandara sebagai jendela produk lokal kita," kata Erick saat peluncuran wajah baru Sarinah, Kamis (14/7/2022).
Erick mengatakan kehadiran Sarinah mini di bandara merupakan wujud komitmen BUMN untuk lebih banyak memfasilitasi para pelaku UMKM tampil dalam usahanya untuk naik kelas. Dengan kurasi yang ketat, dia ingin memberi bukti bahwa produk lokal mempunyai kualitas yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
"Saya yakin UMKM kiya ke depan dapat go global tapi harus menguasai pasar lokal dulu, baru keluar negeri. Oleh karena itu, mohon bapak presiden berkenan agar Sarinah dijadikan destinasi untuk para tamu negara bisa berkunjung ke sini. InsyaAllah 17 Juli nanti, managing director IMF akan buat acara di sini," ucap dia.
Di sisi lain, Erick mengungkapkan sejumlah pelaku usaha lokal yang telah mengisi Sarinah, seperti usaha sepatu batik dengan merek Sebatik, minuman jamu dengan merek Suwe Ora Jamu, fashion wastra nusantara dengan merek Nyonya Punya, dan kerajinan merek cawang Art.
Dia menceritakan perubahan besar-besaran pada Sarinah sudah dimulai sejak ia baru menjabat sebagai Menteri BUMN pada November 2019. Meski belum genap sebulan memimpin, Erick bertekad mengubah dan memunculkan potensi Sarinah.
"Saya tegaskan keberpihakan kepada ekonomi rakyat dengan semangat berdikari adalah esensi dari kewirausahaan. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur semangat dan sense of purpose ini masih eksis hingga kini dan kami harap transformasi bisnis dan brand Sarinah termasuk pemugaran gedung Sarinah ini menjadi dapat melestarikan semangat dan sense of purpose ini," kata Erick.
Erick berharap transformasi Sarinah dapat berkontribusi dalam cita-cita Indonesia menjadi Global Economic Powerhouse pada dekade mendatang dan sokoguru ekonomi inklusif.
"Sarinah bersama InJourney perlu merajut strategi yang koheren dan membangun kerja sama dengan etos kerja dan budaya pelayanan yang unggul bersama para players, creator, producer dan marketer dari hulu ke hilir dan end to end rantai pasok, termasuk marketplace," pungkas dia.
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Pemerintah Mau Bangun Sarinah Mini di Bandara
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?