Suara.com - Idul Adha tentu identik dengan penyembelihan hewan kurban. Bagian tubuh hewan ternak itu lantas dibagikan kepada warga terutama untuk mereka yang membutuhkan.
Namun seorang ibu-ibu menyampaikan rasa kesalnya usai mendapat pembagian jatah daging kurban. Ia menilai porsi daging yang didapatkannya sangat sedikit.
"Ini doang, ini dari RT nih ya," ujar ibu-ibu berdaster merah muda itu sambil menunjukkan sejumlah daging di hadapan kamera, dikutip Suara.com dari akun Instagram @igtainmenttt, Jumat (15/7/2022).
"Ini dapet kupon," sambung ibu itu sambil menunjukkan sebongkah daging mentah, lalu lanjut memperlihatkan sepotong daging lagi.
Bukan cuma itu, ia juga menyayangkan daging yang didapatkan karena banyak bagian gajih atau lemaknya. "Nih, tega banget lah," keluh ibu itu lagi sambil susah payah membersihkan bagian lemaknya.
Video ini tentu mendapat kecaman publik lantaran dianggap tidak bersyukur meski sudah mendapat jatah daging kurban.
Publik kian dibuat meradang lantaran ibu-ibu itu mengenakan beberapa perhiasan emas yang cukup mentereng di tubuhnya.
Publik menilai banyaknya emas menunjukkan ibu itu memiliki kondisi perekonomian yang baik, sehingga harusnya bisa membeli sendiri daging berkualitas yang diinginkan alih-alih mempermasalahkan jumlah daging kurban gratis yang dibagikan dari lingkungan setempat.
"Semoga kita jadi pribadi yang senantiasa bersyukur ya, semoga ada rejeki lebih tahun depan kita yang qurban," kata @igtainmenttt di kolom caption unggahannya.
Baca Juga: Video Viral Pelaku Pelecehan Seksual Beraksi di KRL, Sasar Perempuan yang Sedang Tidur
"Ga malu bu ama kalung segede gaban?" sindir warganet.
"Alhamdulillah dapet... ada juga yang ga dapet lho bun," kritik warganet.
"Tahun depan ibunya gak usah di kasih," komentar warganet.
"Malu sama emas di tangan bu," ujar warganet lain.
"Hmm... Gimana Alloh mo nambah nikmatmu bu, kalo ibu aja kurang bersyukur," imbuh warganet.
"Lu ngurban ga bu? Udah dikasih ga bersyukur... tahun depan RTnya tandain nih jangan dikasih," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Video Pria Cabul Remas-remas Kemaluan di Gerbong Kereta Api, Incar Penumpang Wanita Tertidur
-
Video Viral Pelaku Pelecehan Seksual Beraksi di KRL, Sasar Perempuan yang Sedang Tidur
-
Geger Unggahan Nota Makan Nasi Padang Habis Rp 8 Juta, Sampai Diledek Bisa Buat Beli Motor Bekas
-
Emak-emak Nekat Jadi Kurir Sabu Demi Upah Puluhan Juta
-
Seorang Wanita Pamer Dirinya Janda dan Sebut Suami Tak Berguna, Banjir Dukungan Netizen: Aku Padamu Mbak
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi