Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) terus menggaungkan penggunaan platform digital berbasis rekening Giropos, Pospay, kepada masyarakat di semua lini wilayah layanan yang terbagi dalam 6 Regional.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Regional 1 (berkedudukan di Medan membawahi wilayah Pulau Sumatera), yaitu dengan menggandeng Gebu Minang atau Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang, melalui aplikasi Pospay Gebu Minang.
Pospay Gebu Minang merupakan platform/channel digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat mengakses layanan transaksi keuangan maupun layanan Pos Indonesia lainnya secara mandiri melalui smartphone yang merupakan hasil sinergi antara Gebu Minang dan Pos Indonesia.
Melalui aplikasi Pospay Gebu Minang, anggota dan masyarakat Minangkabau di seluruh Indonesia dan luar negeri dapat melakukan beragam transaksi, di antaranya donasi ke Gebu Minang untuk memajukan kampung halaman dan transfer ke berbagai bank.
Pengguna Pospay Gebu Minang juga bisa melakukan pembayaran berbagai tagihan, yaitu listrik, token listrik, tagihan air, tagihan PBB, PPN, PPh, pajak daerah lainnya, tagihan telepon, pulsa dan paket data. Tak hanya itu, pengguna pun bisa melakukan pembayaran berbagai cicilan kendaraan, premi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, top up e-wallet/uang elektronik, pembayaran transaksi e-commerce, dan mengirimkan weselpos kepada penerima yang tidak punya rekening bank.
Kerja sama Pospay dan Gebu Minang secara resmi dimulai pada Mei 2022. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, jumlah pengunduh aplikasi Pospay Gebu Minang mencapai ribuan.
"Kami mulai kerja sama pada Mei 2022. Tercatat hingga sekarang, sudah ada 4.500 downloader. Dengan Pospay, Gebu Minang bisa lebih transparan dalam hal laporan keuangan maupun pertanggungjawaban," kata Executive Vice President Regional 1 PT Pos Indonesia, Dino Ariyadi.
Dengan 14 juta masyarakat Minang yang tersebar di Indonesia dan dunia, Pos Indonesia optimistis Pospay Gebu Minang akan menuai sukses.
"Karena semangat yang kami bangun ialah ingin mengedukasi masyarakat mengenai teknologi keuangan digital. Selain itu, sebagai sebuah organisasi Gebu Minang harus membuat pertanggungjawaban baik donasi maupun penggunaan dana dari para donatur yang dikemas dalam bentuk Pospay Gebu Minang," ucap Dino.
Baca Juga: Sambut HUT ke-57, Telkom Hadirkan Anniversafari Telkom Indonesia
Perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi, mendorong Pos Indonesia terus berinovasi. Salah satunya dalam layanan transaksi keuangan digital dengan mengembangkan aplikasi Pospay.
Untuk semakin menggenjot jumlah pengguna Pospay, khusus di Regional 1 akan dilakukan sejumlah inovasi di antaranya dengan membuat 1.000 Pospay Point.
"1.000 Pospay Point adalah salah satu penambahan titik layanan yang bersifat mobile di mana ada masyarakat banyak di situ, terjadi perputaran uang dan ekonomi di situ, maka kami akan hadir. Harapannya, masyarakat akan terfasilitasi untuk melakukan cash in dan cash out," ujar Dino.
Pospay juga menyasar kota kedua karena banyak masyarakat di sana yang belum memiliki akses perbankan (bankable). Dengan mengunduh aplikasi Pospay, masyarakat bisa melakukan transaksi keuangan. Bahkan, pengguna tetap bisa mengakses aplikasi Pospay meski tidak memiliki ponsel pintar. Pihak Kantor Pos maupun Agen Pos akan membantu masyarakat yang ingin menggunakan Pospay.
"Pos Indonesia memiliki layanan Kantor Pos online di 4.800 titik di seluruh Indonesia, mampu melayani orang melakukan cash out. Inilah yang membedakan kami dengan layanan fintech sejenis. Semua layanan digital keuangan ada di Pospay, tapi tidak semua kompetitor memiliki sebaran cukup besar untuk melakukan cash out," ucap Dino.
Keunggulan lainnya, Pospay mendukung pengguna yang berprofesi sebagai pengusaha atau pelaku UMKM. Mereka bisa melakukan transaksi lebih dari Rp10 juta. Keunggulan inilah yang membuat Pos Indonesia membidik kaum milenial.
Berita Terkait
-
Viral Video Petugas dan Pelanggan Ribut karena Meterai, Pos Indonesia Langsung Minta Maaf dan Copot KCP Sidikalang
-
Beli Materai di Kantor Pos Berujung Keributan, Pegawai Mengaku Stok Barang Habis
-
Pegawai Kantor Pos Terlibat Adu Mulut dengan Pengunjung, Dipicu Karena Masalah Pembelian Meterai
-
Pos Indonesia dan Uniba Madura Teken Kerja Sama Layanan Jasa Keuangan
-
Gandeng Uniba Madura, Pos Indonesia Kenalkan Layanan Keuangan Digital Pospay
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat