Suara.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus pulang dengan tangan kosong usai gagal jemput paksa bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP).
Ricky diduga kabur ke Papua Nugini usai pemanggilan penyidikan KPK atas dugaan kasus suap dan gratifikasi di Pemkab Mamberamo Tengah.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengkonfirmasi pada Sabtu (16/7/2022) lalu bahwa pihaknya telah menyatakan bahwa RHP kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Lantas, siapakah sosok Ricky yang kini menjadi buronan KPK?
Berikut profil bupati Mamberamo Tengah yang diduga kabur ke Papua Nugini.
Politisi asal Tolikara
Ricky Ham Pagawak merupakan sosok politisi yang lahir di Kecamatan Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua pada 14 Juli 1973.
Informasi mengenai alma mater pendidikan Ricky hingga kini belum diketahui.
Karier di partai
Baca Juga: KPK Panggil Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Amarta Karya, Siapa Saja?
Ricky terjun ke dunia politik dan tergabung menjadi anggota Partai Demokrat. Ia menjadi salah satu tokoh partai di daerahnya dan berkesempatan menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamberamo Tengah.
Jabat bupati dua periode
RHP menjadi bupati Mamberamo Tengah selama dua periode yakni 2013-2018 dan kemudian melanjutkan masa kepemimpinan dari tahun 2018 sampai 2023.
Pada kedua masa kepemimpinannya, Ricky didampingi oleh sosok wakil bupati yakni Yonas Kenelak.
Terseret dalam kasus korupsi
Seperti yang diinformasikan sebelumnya, nama Ricky terseret dalam kasus korupsi suap dan gratifikasi pengerjaan sejumlah proyek di Mamberamo Tengah pada tahun anggaran 2013-2019.
Berita Terkait
-
KPK Panggil Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Amarta Karya, Siapa Saja?
-
KPK Panggil Tiga Saksi Terkait Kasus Suap Izin Usaha yang Libatkan Bendum PBNU Mardani Maming
-
KPK Panggil Tiga Saksi dalam Kasus Bekas Bupati Tanah Bumbu
-
Peringatan KPK: Jangan Coba-coba Bantu Pelarian Bupati Memberamo Tengah, Bisa Dipidana
-
Sempat Menolak Ditahan, Begini Penampakan Anak Kiai Jombang Mas Bechi Jalani Sidang Perdana Kasus Cabul
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029