Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memperkirakan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia melampaui gelombang puncak pada pekan ini.
"Mudah-mudahan ke depan kasus menurun dan tidak tinggi lagi, karena peningkatan kasus BA.4 dan BA.5 ini sepertiga Omicron," kata Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri agenda Penyerahan Kepres No 65/P Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di Gedung Kemenko PMK di Jakarta, hari ini.
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan memprediksi puncak kasus COVID-19 di Indonesia berada pada angka sekitar 20.000-an kasus per hari yang terjadi pada pekan kedua sampai keempat Juli 2022.
Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 81 persen kasus COVID-19 di Indonesia adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Dante mengatakan puncak gelombang kasus tersebut diprediksi terjadi pada Sabtu (16/7). Kasus aktif pada hari itu bertambah 1.621 kasus, sehingga total menjadi 26.594 kasus, sedangkan laju kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.329 pasien.
Angka itu meningkat dua kali lipat sejak akhir Juni 2022 yang saat itu mencapai 2.000-an kasus per hari.
Pada Ahad (17/7), laju kasus aktif menurun ke angka 956 kasus, sehingga total menjadi 27.550 kasus dengan laju kasus terkonfirmasi positif 3.540 pasien.
"Semua slide sempat meningkat, tapi masih dalam kondisi 10 persen dari kasus tertinggi bulan lalu. Kami perkirakan sudah sampai di puncaknya," katanya.
Dante mengatakan kasus tertinggi saat ini sedang memuncak di Provinsi DKI Jakarta dengan tingkat transmisi atau penularan COVID-19 sudah mencapai Level 3, sementara transmisi secara keseluruhan untuk Indonesia masih di Level 1.
Baca Juga: PTM 100 Persen Tetap Diterapkan Meski Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Begini Kata Wamenkes
"Mudah-mudahan Jakarta sebentar lagi melandai, walau kasusnya masih meningkat, tapi tipis-tipis lah meningkatnya," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
Jangan Sampai Terlambat! Wamenkes Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Gratis Sebelum Komplikasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz
-
Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri
-
Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota
-
Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi