Suara.com - Jika Anda membuka aplikasi PeduliLindungi, akan terlihat sesuatu yang berbeda dari indikator warnanya. Masing-masing warna memiliki arti. Agar Anda memahaminya dengan benar, berikut kami uraikan arti warna PeduliLindungi terbaru.
Ada 4 indikator warna yang muncul ketika Anda membuka aplikasi PeduliLindungi setelah check-in. Empat warna tersebut adalah hitam, merah, orange/kuning, dan hijau. Berikut arti warna peduli lindungi terbaru tersebut berdasarkan penjelasan yang tertera di laman covid19.go.id.
1. Warna Hitam
Indikator warna hitam yang muncul pada aplikasi menunjukkan bahwa orang tersebut berstatus terinfeksi Covid-19 atau orang yang berkontak erat dengan orang yang terinfesi Covid-19, sehingga tidak diperbolehkan beraktifitas di ruang publik.
2. Warna Merah
Indikator warna merah yang muncul pada aplikasi menunjukkan bahwa orang yang memilikinya belum divaksinasi, baik dosis pertama maupun kedua.
Orang dengan indikator warna merah juga tidak diperbolehkan untuk berada di ruang publik atau fasilitas umum.
3. Warna Orange / Kuning
Jika aplikasi Anda menunjukkan indikator warna kuning/orange itu menunjukkan bahwa Anda sudah divaksin namun baru mendapatkan vaksin dosis pertama, atau pernah terkonfirmasi sembuh dari Covid-19, namun belum dapat divaksin karena beum tiga bulan dan untuk berkegiatan di ruang publik masih terbatas.
Baca Juga: Belum Dilakukan, Epidemiolog Sarankan Vaksin Booster Kedua untuk Kelompok Rentan
4. Warna Hijau
Indikator warna hijau menunjukkan Anda sudah divaksinasi secara lengkap dan mendapatkan vaksin booster sesuai dengan jenis vaksin primer yang diterima.
Indikator ini menandakan Anda tidak dirawat sebagai pasien Covid-19 atau sudah sembuh dari Covid-19 dalam kurun waktu kurang dari 90 hari, sehingga aman untuk beraktifitas di ruang publik.
Fungsi Kode QR dalam Aplikasi Pedulilindungi
Aplikasi pedulilindungi sekarang dimanfaatkan sebagai alat untuk mendeteksi warga yang belum melaksanakan vasin dan yang sudah. Bahkan pemerintah memanfaatkannya sebagai alat yang dapat menunjukkan seseorang bebas beraktifitas di ruang publik atau tidak.
Oleh karena itu, dalam aplikasi pedulilindungi terdapat Kode QR. Kode QR akan discan oleh alat publik untuk membuka status indikator warna pada aplikasi pedulilindungi Anda.
Ketika kode QR sudah discan, fasilitas publik terkait akan segera mendapatkan data yang menunjukkan status apakah Anda aman untuk beraktifitas di ruang publik atau tidak.
Jika muncul warna hijau menandakan bahwa Anda dapat bepergian ke tempat umum di manapun, dan seterusnya.
Demikian itu arti warna pedulilindungi terbaru. Semoga dapat membantu Anda untuk memahaminya.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Belum Dilakukan, Epidemiolog Sarankan Vaksin Booster Kedua untuk Kelompok Rentan
-
Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Masuk Pusat Perbelanjaan di Jakarta Barat
-
Aturan Wajib Vaksin Booster untuk Siapa?
-
Tak Bosan Ingatkan Masyarakat Soal Protokol Kesehatan dan Vaksin Booster, Prof Wiku: Demi Keselamatan Kita Semua
-
Syarat Terbaru Perjalanan Harus Vaksin Booster, Berikut Syarat dan Dosis Penerima Vaksin Booster
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!