Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, kembali mengunjungi proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang tengah mempersiapkan diri memasuki proses gas-in di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (28/07). Kedatangan Menteri ESDM kali ini memberikan semangat kepada tim yang tengah melakukan akselerasi penyelesaian proyek JTB.
Dalam kunjungan ini Menteri ESDM didampingi oleh Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip. Dalam kunjungan kali ini Arifin Tasrif mendapatkan penjelasan terkait project yang beberapa waktu kedepan akan memasuki fase produksi. Untuk itu Menteri ESDM mengharapkan kepada tim JTB lebih bersemangat merampungkan pekerjaan ini.
Kunjungan ini merupakan kali kedua selama pandemi Menteri ESDM melihat langsung pembangunan JTB yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari sektor energi. Sebelumnya, pada April 2021 silam saat pandemi gelombang kedua mengalami kenaikan, Arifin Tasrif juga menyempatkan untuk mengecek langsung progres JTB.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, saat mendampingi kunker Menteri ESDM menegaskan optimis dengan rencana Gas on Stream (GoS) pada proyek ini dapat terealisasi beberapa saat lagi.
"Sekarang ini hanya tinggal menunggu persiapan gas-in saja, untuk kemudian dilanjutkan dengan commissioning start up. Gas-in adalah pengaliran gas dari sumber sumurnya menuju Gas Processing Facilities (GPF) untuk diolah sebelum memasuki tahap on stream," terang Nicke.
Ditambahkan oleh Nicke, trend harga minyak dan gas dunia yang tengah tinggi seperti saat ini tentu produksi migas akan memberikan pemasukan yang besar bagi negara. "Setelah memasuki produksi gas nanti, gas JTB akan memberikan peningkatan produksi gas nasional, dan harga gas yang sedang tinggi seperti hari ini tentu ini memberikan kontribusi besar untuk pendapatan negara," terangnya.
Selama kunjungan, rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Awang Lazuardi, dan Pjs. General Manager Gas Project JTB, Ruby Mulyawan, beserta jajaran manajemen PEPC.
Sebelum melihat secara langsung fasilitas produksi di GPF, rombongan mendapatkan pemaparan dari manajemen PEPC terkait persiapan gas-in serta beberapa aspek teknis terkait penyelesaian proyek JTB termasuk aspek HSSE yang saat ini telah mencapai 56 juta lebih jam selamat.
Proyek JTB adalah PSN dengan Capital expenditure (Capex) mencapai USD 1,5 miliar yang diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia, dengan produksi sales gasnya mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.
Baca Juga: Pertamina Siapkan Pendaftaran MyPertamina Kendaraan Dinas dan Angkutan Umum
Pasokan gas dari JTB diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, industri terutama pupuk, serta industri lainnya seperti keramik dan petrokimia di beberapa wilayah yang ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui transportasi pipa gas Gresik-Semarang.
Berita Terkait
-
Susul EW dan SGH, HS Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida Ditahan KPK
-
3.160 Orang Sudah Mendaftar Program Subsidi Lewat MyPertamina di Sumut
-
Masyarakat Sumut yang Daftar Program Subsidi Tepat Melalui MyPertamina Capai 3.160 Orang
-
Tahan Dua Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida, KPK Panggil Satu Lagi
-
Menghitung Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat yang Berpotensi Membebani APBN
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini
-
9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos
-
DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan
-
Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN
-
Cuti dan Privasi Karyawan: Sejauh Mana Perusahaan Berhak Bertanya?
-
PBNU Punya Jaringan Luas, Menkeu Purbaya Sebut Siap Dukung Proyek Inisiasi NU