Suara.com - Seorang wanita mengirimkan cuitan yang menceritakan kegelisahannya karena sang calon suami disuruh oleh calon mertuanya untuk menjaga hingga menemani tidur kakaknya yang tengah hamil.
Wanita ini kemudian mempertanyakan apakah wajar jika dirinya merasa cemburu karena perilaku calon suaminya tersebut.
Cerita tersebut ia kirimkan melalui akun Twitter @Askrlfess pada Selasa (02/08/22).
"Menurut kalian gimana?" tulis pengirim cuitan.
Di awal cuitannya, wanita ini mengungkapkan jika tahun depan dia akan menikah dengan tunangannya.
"Tapi sampai sekarang dia masih tidur dengan kakaknya dari sebelum kakaknya nikah emang tidur bareng gitu," tulis pengirim cuitan.
Ia menjelaskan bahwa umur dari kakak calon suaminya hanya terpaut 4 tahun dengan calon suaminya.
Wanita ini juga menjelaskan bahwa saat ini, kakak dari calon suaminya telah menikah dan sedang hamil.
"Karena suaminya kerja kalau masuk sif malam, disuruh camerku nemenin kakaknya. Suruh jagain karena lagi hamil cucu pertama camerku," lanjutnya.
Di akhir cuitannya,ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa cemburu melihat perilaku dari calon suami dan kakaknya.
Ia cemburu ketika mengetahui calon suaminya tidur bersama di satu kamar dengan pintu yang ditutup rapat.
"Cemburu aja gitu lihat mereka masih tidur bareng di satu kamar, satu tempat tidur, dan pintu ditutup. Dimana mereka kan udah sama-sama balig. Walaupun kandung tetp aja. Wajar nggak sih aku cemburu. Padahal kan nggak boleh cemburu kan?" pungkasnya.
Cuitan dari wanita ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Warganet mengungkapkan bahwa perilaku antara dua bersaudara tersebut tidak etis.
"Daripada cemburu kalau gua jadi lu malah ngerasa aneh nji*. Gua sejak SMA aja suka dibilangin jangan tidur sekamar sama saudara cowok lagi, harus dipisah. Nggak etis kayak gitu," terang warganet.
"Kalau udah sedewasa itu mungkin nggka etis kali ya. Aku sendiri tidur bareng sama adek aku yang cowok, dia udah SMP, tapi karena aku emang kangen dan gemes banget. Sekarang udah nggak pernah lagi kaerna dia nggak mau bangunin aku. Wajar sih kamu cemburu dan bisa diomongin baik," ungkap warganet.
Berita Terkait
-
Viral Cerita Haru Dapat Kue hingga Ucapan Selamat dari Tetangganya Setelah Lolos CPNS, Publik: Kenapa Tetanggaku Beda?
-
Seorang Wanita Minta Tolong di Twitter, Jasad Temannya Dibuang ke Parit Diduga Karena Dikeroyok di Jambi
-
Wanita Terciduk Curi Kosmetik di Supermarket, Pelaku Langsung Diamankan Pihak Keamanan
-
Terlanjur Senang Merasa Digoda, Pria Ini Frustasi Mendadak Diabaikan
-
Remaja SCBD Lantunkan Surat Ar Rahman di Trotoar Sudirman, Warganet: Citayam Tilawatil Quran
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen