Suara.com - Video sejumlah anggota DPR RI yang berjoget lagu tren Tiktok yang berjudul Sikok Bagi Duo viral di media sosial.
Video tersebut mulanya dibagikan oleh anggota DPR RI Komisi VI, Eko Hendro Purnomo atau lebih dikenal dengan Eko Patrio.
Pada video tersebut terlihat Eko Patrio yang sedang berjalan sambil mendekatkan ponsel ke telinganya.
Kemudian, seorang anggota DPR lain menghampirinya dan bertanya mau kemana.
"Mas Eko mau kemana?" ungkap perempuan tersebut.
Kemudian Eko menyebutkan bahwa dia sedang mendengarkan lagu Sikok Bagi Duo.
"Eh Sorry, lagi dengerin Sikok Bagi Duo," ujar Eko.
Setelah itu, musik Sikok Bagi Duo bergema dan seluruh anggota dewan di belakangnya berjoget bersama.
Video yang mulanya dibagikan oleh akun pribadi milik Eko Patrio itu kemudian dibagikan ulang oleh berbagai media sosial, salah satunya akun Instagram @banjarnahor.
Baca Juga: Muhaimin Ajak Kader dan Alumni PMII Sinergi Jadi Penopang Kemajuan Bangsa
"Baru tau dengerin lagu kayak gitu, kirain lagi ditelpon masyarakat dengerin suara rakyat eh taunya dengerin sikok bagi duo," tulis akun Instagram @banjarnahor.
"Sehat selalu anggota DPR. Kebetulan sama saya juga suka dengerin lagu sikok bagi duo," tambahnya.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Enak mereka joget-joget dan fasilitasnya, yang di bawah pusing dikasih harga yang meroket terus," komentar warganet.
"DPR disusupin artis jadi kerjanya banyak becanda doang enggak ada seriusnya. Anjir kalau gajinya di bawah 10 jura sih enggak papa deh becanda doang, lah ini gaji dapat, tunjangan gede, terus hasilnya apa sih?" imbuh warganet lain.
"Menari di atas penderitaan rakyat kayaknya enak enggak sih," tambah lainnya.
"Kurang mbak Puan pasti lebih berdamage emosi sayanya," tulis warganet di kolom komentar.
"Maklumin aja bang, anggota DPR mana ada yang kerjanya serius," timpal lainnya.
"Rakyat mau joget udah diwakilin. Sehat-sehat kalian ya. Biasanya yang gitu ditunda dulu sama Tuhan," timpal lainnya.
Arti Sikok Bagi Duo
Sebuah lagu berbahasa Palembang, Sumatera Selatan tengah viral di media sosial. Lagu yang memuat lirik sikok bagi duo itu dinyanyikan remix. Seorang perempuan menyanyikan lagu ini dengan logat yang pas, sehingga banyak netizen yang langsung bisa menebak, lagu tersebut berasal dari Palembang.
Lirik lagu sikok bagi duo itu kemudian viral di media sosial. Tidak hanya kata sikok bagi duo, namun ada sejumlah kata-kata khas Palembang yang kemudian dipertanyakan netizen.
Di video itu terlihat perempuan ini menyanyikan lagu sikok bagi duo dengan dua lirik tambahan. Mulanya ia menyebutkan sikok bagi duo, idak naik jugo kito tekan samo-samo. Sikok bagi duo, idak naik jugo kito telan galo-galo.
Kalimat ini semacam ungkapan. Jika diartinya dalam bahasa Indonesia, memiliki arti satu berbagi dua. Jika satu bagi dua tidak bisa, maka bisa diusahakan sama-sama.
"Sikok bagi duo, jika idak naik kito telan galo-galo", diartikan sebagai usaha bersama.
Selain kalimat itu, lirik lagu tersebut disambung dengan lirik lainnya, "sikok bagi duo, daak percayo rasokkelah, dak percayo cubokelah,".
Jika diartikan dalam bahasa Palembang jika ingin mempercayai sesuatu sebaiknya dicoba.
Lirik ini pun dinyanyikan berulang. Di dentuman musik remik yang nge-hit, penyanyi perempuan ini tampak menikmati lirik-lirik lagu yang dinyanyikan.
Lirik lagu yang dinyanyikan ini dinilai Seniman Palembang, Ali Goik sebagai lagu biasa. Lirik lagunya pun tidak memiliki makna khusus, hanya kebetulan lirik yang pas.
"Lagu itu hanya berbahasa Palembang saja, sikok bagi duo itu artinya setengah. Jika diartikan positif, maknanya berbagi tapi jika sudah diremix kan, itu mengarah ke negatif (penggunaan narkoba). Lagu itu hanya liriknya pas dengan musiknya," ujarnya, Senin (4/6/2022) seperti dikutip dari SuaraSumsel.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Viral Bus Transjakarta Berasap hingga Keluar Cairan Hijau di Halte Pancoran, 59 Armada Diperiksa
-
Masjid Jogokariyan Siapkan 3.800 Porsi Buka Puasa, Jadi Ajang Lomba Kebaikan Ibu-ibu Saat Ramadan
-
Tembok Pagar Setinggi 5 Meter Roboh Timpa Pelataran SMPN 182 Jaksel, Diduga Akibat Tanah Labil
-
Hujan Deras Dini Hari Picu Banjir di Rowosari dan Meteseh: 110 KK Terdampak
-
Senayan Respons Pernyataan Jokowi Soal Revisi UU KPK Adalah Inisiatif DPR: Tidak Tepat!
-
Kapolres Bima Terjerat Narkoba, Ketua Komisi III DPR Dukung Penuh Polri: Tunjukkan Ketegasan!
-
Kabar Gembira! Anggaran THR PNS 2026 Naik Jadi Rp55 Triliun, Cair Mulai Awal Ramadan
-
Jokowi Setuju UU KPK Kembali ke Versi Lama, Johanis Tanak: UU Bukan Barang yang Bisa Dipinjam
-
Menanti THR Ramadan 2026: Kapan Dibayar, Siapa Berhak, dan Bagaimana Jika Tak Cair?
-
Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub