Suara.com - Kasus kematian Brigadir J tewas di rumah dinas mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo sampai saat ini masih terus bergulir. Terbaru, nama Benny Mamoto ramai ikut diperbincangkan oleh publik.
Benny Mamoto disorot karena beberapa statement yang dilontarkannya terkait kasus tersebut, mulai dari Ferdy Sambo, Bharada E, hingga almarhum Brigadir J.
Lantas, siapa sebenarnya Benny Mamoto yang disebut-sebut sebagai pensiunan Polri dan saat ini menjabat sebagai Ketua Kompolnas tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Dilansir dari laman resmi Kompolnas.go.id, Benny Mamoto memiliki nama dan gelar lengkap Irjen. Pol. (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H.,M.Si. Pria tersebut merupakan kelahiran Manado, Sulawesi Utara pada 7 Juni 1955.
Di lingkup Polri, Benny Mamoto terakhir kali menjabat sebagai Deputi Pemberantasan Narkotika BNN sejak tahun 2012 hingga 2013.
Benny sendiri sudah bekerja di lingkungan BNN sejak tahun 2009. Pada saat itu, sosoknya menjabat sebagai Direktur Badan Narkotika Nasional hingga tahun 2012.
Dari segi pendidikan, Benny Mamoto pada tahun 1992 berhasil menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Hukum, Universitas Krisnadwipayana.
Setelah lulus dari Universitas Krisnadwipayana, Benny Mamoto melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia, dengan mengambil program S2 dalam bidang Kajian Ilmu Kepolisian dan berhasil lulus pada tahun 2002.
Baca Juga: Enggan Citra Polri Babak Belur, Jokowi Minta Kasus Brigadir J Bisa Terselesaikan Secara Terbuka
Kemudian tahun 2008, Benny Mamoto melanjutkan program S3, dan mendapatkan gelar doktor di bidang yang sama di Universitas Indonesia.
Sebelumnya, pada tahun 1977, Benny Mamoto diketahui sudah terlebih dahulu menempatkan diri di Pendidikan AKABRI Kepolisian.
Berikut ini pendidikan, karier dan penghargaan dari Benny Mamoto.
Pendidikan
- Pendidikan AKABRI Kepolisian (1977)
- S1 Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (1992)
- S2 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2002)
- S3 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2008)
Karier
- Penyidik Densus 88 Antiteror Polri,
- Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis,
- Dit I/Kamtranas Bareskrim Polri (2001),
- Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006),
- Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007- 2009),
- Direktur Badan Narkotika Nasional – BNN (2009 – 2012) Brigadir Jenderal.
- Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Inspektur Jenderal (2012-2013)
Penghargaan
Tag
Berita Terkait
-
Enggan Citra Polri Babak Belur, Jokowi Minta Kasus Brigadir J Bisa Terselesaikan Secara Terbuka
-
Puluhan Karangan Bunga Penuhi Mabes Polri: Tuntaskan Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat
-
Menunggu Kejutan Bharada E, Nama Ferdy Sambo Terseret, Pengacara: Bukan Tunggal, Ada Pelaku Lain
-
Isi Surat Bharada E Pada Keluarga Brigadir J Menyentuh: Meminta Maaf, Berbelasungkawa Dan Memanggil Abang
-
Besok Timsus Polri Umumkan Tersangka Baru, Siapakah Dia ?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat