Suara.com - Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk mengungkapkan manfaat yang bisa didapatkan masyarakat, jika menggunakan gas bumi untuk memasak. Saat ini, PGN menyalurkan gas bumi dengan jaringan gas dan disambungkan lewat pipa ke rumah masyarakat.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PGN Tbk Fadjar Harianto Widodo mengatakan, manfaat yang didapat seperti kepraktisan karena tidak perlu ada penggantian tabung, suplai gas yang handal.
Selain itu, penggunaan gas bumi juga sangat aman karena tim teknis selalu siap 24 jam untuk menyelesaikan kendala teknis. Sedangkan, benefit utama bagi negara tentang program pengembangan jargas adalah pengurangan subsidi energi dan penghematan devisa.
"Sampai dengan Semester-I 2022, SH Gas telah menyalurkan gas bumi ke 650 ribu Sambungan Rumah Tangga dengan jumlah volume pengaliran gas sebesar kurang lebih 95 juta m³ gas bumi," ujar Fadjar dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/8/2022)
Dia melanjutkan, penyaluran gas bumi tersebut setara dengan penghematan sekitar Rp1,78 Triliun per tahun, atas benefit pengurangan impor energi dan pengurangan subsidi.
Sampai Juni 2022, produk GasKita PGN telah mengalir di 67 Kota atau Kabupaten se-Indonesia.
Selanjutnya, komitmen tersebut dilanjutkan dengan rencana mengembangkan jargas GasKita melalui skema investasi internal dengan target sebanyak 400.000 sambungan rumah di tahun 2022.
Dalam kesempatan ini, Fadjar juga mengajak masyarakat untuk menggunakan jargas GasKita, sehingga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah Bedah Dapur GasKita di periode undian selanjutnya.
Perseroan juga telah mengundi Program Bedah Dapur Gaskita Periode 1 (Juli 2022) bagi satu orang pemenang, dengan hadiah paket renovasi dapur senilai Rp40 juta.
Baca Juga: Subholding Gas Pertamina Bakal Salurkan Gas Bumi ke Kilang Migas RU IV Cilacap
Renovasi dapur nantinya akan bergaya Japan Natural yang simple dan fungsional, sehingga tetap estetik walau menggunakan instalasi pipa.
Program bedah dapur Gaskita diselenggarakan tiga kali dengan periode I Juli 2022, periode II Agustus 2022, dan periode III September 2022.
Pengundian pemenang Bedah Dapur Gaskita juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial DKI Jakarta, Perwakilan Kepolisian, dan Notaris.
"Semoga pengundian Bedah Dapur GasKita dapat menambah benefit yang baik bagi pendaftar Gaskita dan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan jaringan gas," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan ASIsrael ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?