Upaya untuk menurunkan kasus
Wabah PMK di Indonesia saat ini menjadiyang terbesar sejak tahun 1990 denganperkiraan kerugian bagi perekonomian Indonesia mencapaiRp1,7 triliun per bulan.
Sejak bulan Mei lalu ketika kasus pertama terdeteksi sudah lebih dari 479 ribu hewan terkena virus tersebut,
Lebih dari sembilan ribu, sebagian besar sapi ternak, terpaksa disembelih dan lima ribu ekor lainnya mati.
Menurut Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut, Profesor Wiku Adisasmito, selama beberapa pekan terakhir sudah tidak ada kasus baru lagi di enam provinsi.
Wikumemperkirakan tidak akan ada lagi penambahan kasus baru di seluruh Indonesia akhir tahun nanti.
Program vaksinasi terus dilakukan dan saat ini sudah1,2 juta vaksinasi yang diberikan.
Pekan lalu, PemerintahAustralia juga mengeluarkan paket biosekuriti baru kepada Indonesia sebesarAU$10 juta dan AU$4 juta diantaranya untuk pembelian vaksin PMK.
Robi mengatakan kasus PMK sudah melandai jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
"
Baca Juga: Menko PMK Serahkan Bendera Estafet Penyelenggaraan IOI 2023 kepada Hungaria
"Tidak seperti di April dan Mei di mana kita saksikan adanya antrean di rumah potong, gambar-gambar hewan tidak bisa berdiri, atau tidak mau makan. Itu masa yang sangat menyedihkan.'
"Professor Rochadi Tawaf dari Pemberdayaan Pertanian di Jawa Barat mengatakan sampai sejauh inibelum ada data yang akurat untuk menggambarkan situasi sebenarnya.
Namun menurutnyasituasi membaik setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diperintahkan untuk menangani wabah tersebut.
"Bagi saya, yang terjadi adalah kombinasi dengan Pemerintah lebih serius menangani wabah dan juga di kalangan petani dan masyarakat juga memberikan kontribusi dengan merawat ternak mereka lebih baik dari sebelumnya," kata Professor Rochadi.
"Di media pemberitaan tidaklah segencar sebelumnya. Jadi tidak banyak lagi pemberitaan dan gambar misalnya di media sosial berkenaan dengan kasus PMK seperti sebelumnya."
Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki angka kasus PMK tertinggi.
Peternakan sapi perah terbesar di provinsi ini dimiliki oleh Greenfields Indonesia, sebuah perusahaan yang didirikan oleh gabungan pengusaha Australia dan Indonesia.
Peternakan dengan 16.000 sapi sudahmenerapkan langkah-langkah biosekuritiyang ketat, meskibelum tercatat ada kasus virus yang terdeteksi di sana.
Richard Slaneydari Greenfields Indonesiamengatakan hewan ternaknya rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan sudah divaksinasi.
Ada juga kontrol ketat untuk membersihkan pakaian dan alas kaki bagi pekerja ternak, selain juga untuk ban dan pakan ternak.
"Tidak ada pengunjung luar yang diizinkan datang [ke peternakan]," tambahnya.
Dia mengatakan kendaraan disemprot dari "atas ke bawah".
"Semua kendaraan telah melalui proses pembersihan tambahan dan kontrolsangat ketat juga diterapkan di kendaraan pengangkutsusu," katanya.
'Tidak berjumpa sapi sama sekali'
Sejak adanya wabah, para peternak dan politisi di Australia sudah mengeluarkan berbagai seruan antara lain ada yang meminta agar perjalanan dari dan ke Indonesia dihentikan sementara.
Pekan lalu, politisi dari Partai One National, Senator Pauline Hanson di parlemenmengatakan turis Australia yang pulang dari Bali akan membawa penyakit ke Australia, karena banyaknya sapi berkeliaran dengan kotoran mereka ada di jalan-jalan.
Pernyataan yang langsung dibantah oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, di akun Instagram-nya karena menurutnya tidak berdasar pada fakta.
Nathaniel Rose, seorang warga Melbourne baru saja pulang dari Bali setelah liburan selama 10 hari.
"Saya tidak berjumpa dengan sapi sama sekali ketika di sana," katanya.
Ia mengatakan sempat pergi ke kawasan pedesaan ketika mengunjungi Gunung Batur.
"Di situ saya sempat berjalan melewati desa dan juga jalan pertanahan. Dengan adanya pemberitaan soal PMK, saya kemudian mempersiapkan diri untuk diperiksa sekembalinya ke Australia."
Setibanya di bandara Melbourne, Nathan harus menjalani pemeriksaan dan juga melewati keset disinfektan, dan bisa pulang ke rumah dengan semua barang bawaan termasuk sepatu dan sandalnya.
"Saya mendukung pemeriksaan seperti ini namun juga ini tidak membuat saya khawatir untuk kembali ke Bali lagi."
Simak juga laporannya dalam bahasa Inggris
Berita Terkait
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
iForte dan Protelindo Group Luncurkan Lagu "Cahaya Hati", Kolaborasi dengan Raisa & Eross Candra
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup