Pakaian adat Buton yang dikenakan oleh Ibu Iriana terdiri dari beberapa bagian. Ibu Iriana menggunakan atasan yang disebut sebagai baju Kombo, pakaian adat kebesaran bagi para wanita Buton.
Ciri khas dan baju Kombo adalah benang-benang berwarna dari benang emas atau benang perak, dan beragam hiasan lain baik dari emas, perak atau kuningan.
Selain itu, Ibu Iriana memakai bawahan sarung yang dalam busana pengantin adat Buton disebut sebagai Bia Ogena.
Bawahan sarung tersebut merupakan gabungan warna polos secara bertingkat-tingkat yang menjadi pasangan baju Kombo.
Ibu Iriana juga menggunakan pelengkap dari busana adat Buton yang dikenakannya, ibu Iriana menggunakan gelang emas yang disebut dengan Simbi.
Ibu Iriana juga menggunakan pengikat tangan yang disebut dengan Kaboneka Lima. Pengikat tersebut melambangkan silaturahmi.
5. Hiasan Kepala Ibu Iriana
Tidak hanya baju yang digunakan oleh ibu Iriana, penutup kepala atau hiasan kepala yang digunakan oleh ibu Iriana juga berhasil mencuri perhatian masyarakat.
Penutup kepala ibu Iriana tersebut disebut dengan Tipolo dalam adat Buton.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Baju Adat Dolomani yang Buat Jokowi Memukau Rayakan HUT RI
Ciri khas Tipolo sendiri terbuat dari kain beludru dan menutupi telinga. Ada juga gulu-gulu yaitu gulungan di bagian atas kepala dan ukuran poni di dahi dan bunga ija.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
5 Fakta Unik Baju Adat Dolomani yang Buat Jokowi Memukau Rayakan HUT RI
-
Bikin Komentar Nyeleneh Ibu Iriana Pakai Baju Adat, Kaesang Disuruh Sungkem
-
Ini Makna Baju Dolomani yang Dipakai Jokowi, Lambang Seorang Pemimpin
-
Jokowi Suruh Tebak Asal Baju Adat yang Dipakai, Netizen Minta Diberi Sepeda
-
5 Fakta Baju Adat Dolomani, Dipakai Presiden Jokowi saat Upacara HUT RI ke-77 di Istana Negara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!