"Terserah polisi ajalah," respons singkat Mahfud kepada wartawan saat berada di Kampus Stiba Makassar, Sulawesi Selatan dikutip dari Antara, Jumat (19/8/2022).
Ketua Kompolnas ini belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dengan penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka, karena itu merupakan ranah penyelidikan pihak kepolisian.
4. Bahas Orang yang Menghalangi Penyelidikan
Mahfud MD belum lama ini juga kerap memberikan pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang ingin menghambat proses penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J.
Ia mengatakan bahwa sekelompok orang tersebut merupakan geng yang memihak kepada Ferdy Sambo di tubuh Polri. Orang-orang ini disebut menghalang-halangi jalannya proses penyelidikan.
"Ini (kasus pembunuhan Brigadir J) tidak akan bisa selesai ini, penghambatnya banyak sekali. Setiap akan mengurus itu ada yang menahan, ada yang menghilangkan bukti, menghilangkan itu. Siapa itu? Ya kira-kira kelompoknya Sambo itu, yang sekarang 36 ditahan itu," ungkap Mahfud MD.
5. Sebut Ferdy Sambo sebagai Sosok yang Ditakuti di Polri
Mahfud pernah menyoroti soal siapa sosok mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Ia mengatakan bahwa Sambo ditakuti di internal kepolisian.
Mahfud MD juga menyebut bahwa Ferdy Sambo bahkan ditakuti oleh jenderal bintang tiga yang secara struktural berada di atasnya.
Baca Juga: Gegara Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Mantan Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto Ditahan
"Kan pada takut juga yang saya dengar, bintang tiga pun enggak bisa lebih tinggi dari dia. Meskipun secara struktural iya," kata Mahfud di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored dikutip dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (18/8/2022).
Ia menilai Ferdy Sambo seperti mempunyai kerajaan sendiri. Selain itu, jabatan Kadiv Propam semakin membuatnya memiliki kekuasaan besar di tubuh kepolisian.
6. Ungkap Presiden Jokowi Marah dengan Kinerja Polri
Mahfud mengungkap marahnya Presiden Jokowi begitu melihat lambatnya pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J. Hal ini disampaikannya dalam podcast YouTube Akbar Faisal Uncensored, seperti dilihat Suara Deli, Kamis (18/8/2022).
Dari pembicaraan dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung inilah terungkap jika Presiden Jokowi marah atas pengusutan kematian Brigadir J yang dianggap lambat.
"Oh tegas pak, yakinlah saya, wong ini Pak Presiden marah betul dan kenapa lama," ucap Mahfud menirukan perkataan Pramono Anung.
Tag
Berita Terkait
-
Gegara Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Mantan Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto Ditahan
-
Ferdy Sambo Ditembak Saat Berusaha Kabur dari Mako Brimob? Simak Faktanya
-
Divisi Propam Polri Dinilai Full Power, Anggota Komisi II DPR: Saya Dengar Ferdy Sambo Ikut Rancang Perkap
-
4 Fakta Menarik Jokowi Diwawancarai Siswa SD: Bahas Suka Duka sampai Cara Jadi Presiden
-
Hubungannya dengan Ferdy Sambo Membuat Harta Kekayaan Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran Ikut Disorot
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
-
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet