Suara.com - Ada-ada saja memang cara seorang pengemis dalam mendapatkan simpati dari para pengendara kendaraan bermotor di jalanan.
Salah satunya adalah dengan berpura-pura mengalami cedera leher hingga mengaharuskan mereka memakai alat bantu penyangga leher patah atau cervical collar.
Kejadian tersebut terekam oleh kamera amatir seorang wanita di Malaysia.
"Bukan main, tengok kiri kanan, tidak serasi dengan leher yang patah," tulis @syai990 pada Rabu (24/08/22).
Ketika sedang terjebak di lampu lalu lintas, wanita ini melihat beberapa pria yang memakai alat bantu penyangga leher patah.
Tidak diduga, ternyata para pria yang entah kebetulan atau tidak, memakai alat penyangga leher tersebut adalah seorang pengemis.
Sambil berkeliling ke satu kendaraan ke kendaraan lain, mereka tampak membawa sebuah payung dan beberapa barang lain.
Anehnya, meskipun telah memakai alat penyangga leher, para pria tersebut tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit, mereka menolah-nolehkan lehernya seperti orang normal.
Dalam video ini, juga terlihat momen ketika salah satu dari kelompok pengemis tersebut mengetuk dan mengintip kaca mobil milik seorang pengendara yang terjebak di lampu lalu lintas.
Baca Juga: Heboh Curhatan Pengendara Mobil Ditagih Uang Senilai Rp15 Ribu saat Parkir di Minimarket Kemang
Video ini lantas viral. Hingga sekarang video unggahan wanita asal Malaysia ini telah ditayangkan lebih dari 332 ribu kali.
Selain itu, video ini juga telah memperoleh sejumlah 9 ribu suka dan lebih dari seribu komenter dari warganet.
"Semoga mereka diberikan hidayah. Aamiin," kata seorang warganet.
"Patah tulang leher berjemaah," imbuh warganet lain.
"Sahabat sejati, sakit sama-sama," ujar warganet lain.
"Berprasangka baik, dia mungkin jatuh dari sepeda motor bareng-bareng," tambah warganet lain.
"Sindikat patah leher," komentar lain dari warganet.
Berita Terkait
-
Heboh Curhatan Pengendara Mobil Ditagih Uang Senilai Rp15 Ribu saat Parkir di Minimarket Kemang
-
Pelaku Pemukulan Sopir Transjakarta Serahkan Diri ke Polisi, Wagub DKI : Ini Contoh yang Baik bagi Warga Jakarta
-
Sopir Transjakarta Dipukul Pengendara Mobil, Transjakarta Akan Proses ke Jalur Hukum
-
Gaya Pak Ogah Saat Atur Lalu Lintas Curi Perhatian Pengendara: Dia Santun dan Selalu Tersenyum
-
Heboh Pengendara Mobil Ngamuk sampai Tampar Kepala Sopir Bus Gegara Tak Terima Kendaraannya Kena Senggol, Publik Geram
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?