Suara.com - Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Hepatitis C pertama kali diidentifikasi pada tahun 1989, pada saat itu penyakit ini dikenal sebagai hepatitis non-A atau non-B. Hepatitis C sendiri merupakan penyakit yang termasuk silent disease yang meninggalkan dampak negatif di seluruh dunia dimana hingga sekarang virus ini telah menginfeksi 58 juta orang di seluruh dunia.
Kisah Virus Hepatitis C
Sebelum berhasil diidentifikasi oleh WHO, awal mula kehadiran virus Hepatitis C masih menjadi perdebatan, dikutip dari hepatitis central, penyakit ini diyakini telah ada sejak 400 tahun yang lalu bahkan 2000 tahun sebelumnya.
Namun, satu hal yang pasti, virus ini asalnya hanya menginfeksi primata/non-primata dunia kuno, namun diam-diam telah menyebar dan menghancurkan banyak hidup manusia.
Sementara untuk penyebaran secara global, virus Hepatitis C dimulai pada awal mula pedagang yang pergi ke antar negara berbeda, mereka bebas untuk bercengkerama dengan satu sama lain dan tanpa diketahui terinfeksi virus ini dan membawanya ke keluarga mereka. Ini adalah awal dari reaksi berantai yang tak terhentikan.
Penyebaran virus Hepatitis C pun terjadi di Asia Tenggara, dimana penyebaran di negara-negara ini dibagi menjadi dua tahap yaitu pra dan pasca tahun 1900. Jenis virus Hepatitis C ini, awalnya terbatas hanya dalam beberapa negara dan hanya dianggap sebagai ‘epidemi lokal’, lama kelamaan virus ini mulai menyebar ke berbagai negara Asia Tenggara pertengahan tahun 1800-an saat perdagangan antara negara-negara semakin meningkat.
Beberapa informasi menyimpulkan bahwa kolonisasi negara-negara Asia Tenggara pada awal hingga pertengahan tahun 1900-an mungkin berkontribusi pada meningkatnya kasus virus Hepatitis C dikarenakan pihak berwenang kurang berinvestasi pada program kesehatan masyarakat, pada saat itulah virus Hepatitis C mulai menyebar pesat melalui berbagai jalur transmisi, termasuk transfusi darah, produk mengandung darah, penggunaan narkoba suntikan, dan suntikan medis yang tidak aman.
Evolusi Pengobatan untuk Virus Hepatitis C
Pada tahun 1990-an barulah penyebaran virus ini mulai menurun dengan hadirnya pengobatan, edukasi mengenai Virus Hepatitis C, dan implementasi cara mensterilisasi peralatan medis yang lebih ketat.
Baca Juga: Waspada Cacar Monyet, Pemkot Tangerang Minta Fasilitas Kesehatan
Meski begitu, perjalanannya masih sulit, dan perawatan awal yang diperkenalkan pada tahun 90-an dipenuhi dengan efek samping seperti rambut rontok, depresi, kerusakan hati, cacat kelahiran, sakit rektal, dan lainnya.
Pada tahun 2016, pengobatan yang tepat dengan efek samping lebih ringan akhirnya disetujui, dan hasil menunjukkan bahwa obatnya memiliki tingkat kesuksesan hingga 97%.
Bagaimana Pengobatan di Masa Depan?
Walaupun penyakit ini sudah tidak menyebar secara pesat lagi, ancaman yang ditimbulkan oleh Virus Hepatitis C masih sangat nyata. Sekitar 1,5 juta infeksi baru masih terjadi setiap tahun, ini dikarenakan gejala-gejala dari virus ini awalnya sangat ringan jadi penderitanya tidak akan mengira bahwa itu adalah Hepatitis C sampai akhirnya sudah terlambat.
Untuk saat ini, Anda bisa membantu meningkatkan kepedulian dan membujuk keluarga tercinta untuk diperiksa, dirawat dan diobati oleh Malaysia Healthcare sekaligus mengakhiri ancaman virus Hepatitis C untuk selamanya.
Malaysia Healthcare menawarkan solusi perawatan yang efektif, mudah diakses, dan terjangkau, dengan tingkat kesembuhan hingga 97%. Untuk info lebih lanjut mengenai Virus Hepatitis C. Info lengkap pengobatan Hepatitis C bisa menghubungi +62 812-8971-0029 / +62 819-0898-9386.
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 di India Masih Belum Mereda, Puluhan Pasien Meninggal Setiap Hari
-
6 Fakta Virus Monkeypox yang Perlu Kamu Tahu
-
Menko Airlangga: Indonesia Menjadi 5 Negara Teratas di Dunia yang Sukses Atasi Krisis COVID-19
-
Ratusan Mahasiswa Bandung Terinfeksi HIV, Kemenkes Ungkap Fakta Ini
-
3 Langkah yang Musti Dilakukan Jika Anda Positif Cacar Monyet
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung