- Dino Patti Djalal menilai keputusan Prabowo bergabung Board of Peace sangat realistis.
- Indonesia menjaga solidaritas negara Islam untuk mengimbangi pengaruh Israel di BoP.
- Pemerintah tetap memegang opsi keluar jika kebijakan BoP merugikan kepentingan nasional.
Suara.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pendekatan yang realistis dalam memutuskan keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Hal itu disampaikan Dino usai menghadiri pertemuan antara Presiden dengan tokoh politik luar negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dino mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka dengan diskusi dua arah yang mendalam.
“Banyak dibahas mengenai risiko, opsi, 'ranjau', hingga skenario-skenario yang bisa membahayakan Indonesia ke depan. Semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden,” ujar Dino.
Menurutnya, bergabungnya Indonesia ke dalam BoP adalah langkah pragmatis. Sebab, saat ini BoP merupakan satu-satunya opsi diplomatik yang tersedia di meja internasional sebagai solusi untuk menghentikan gencatan senjata, meski pelanggaran oleh pihak Israel masih terus terjadi.
Sadar Akan Risiko Tinggi
Dino menyebut Prabowo sangat menyadari risiko besar di dalam BoP, terutama pengaruh kuat Israel terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, Presiden meyakini Indonesia mampu mengimbangi tekanan tersebut dengan menjaga kekompakan bersama negara-negara Islam.
“Beliau yakin kita bisa mengimbangi karena kita menjaga solidaritas dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Yordania. Jadi, Presiden cukup realistis melihat risiko yang ada,” jelas Dino.
Ia menekankan bahwa Indonesia bergabung dengan penuh kehati-hatian. Prabowo berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri jika di kemudian hari BoP terbukti bertentangan dengan prinsip konstitusi dan kepentingan nasional.
“Penegasan untuk memegang opsi keluar ini sangat kami apresiasi,” tambahnya.
Baca Juga: Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
Eksperimen Menuju Palestina Merdeka
Dino mengingatkan bahwa BoP bukanlah "obat ajaib", melainkan sebuah eksperimen diplomatik yang memiliki risiko kegagalan tinggi karena berbagai faktor lapangan dan politik global. Namun, eksperimen ini penting dilakukan karena tidak ada jalur lain yang tersedia saat ini (the only game in town).
Mengenai sikap pribadinya, Dino mendukung langkah pemerintah selama risiko dipahami sepenuhnya dan opsi keluar tetap dipegang erat. Baginya, syarat terpenting dari diplomasi ini adalah tercapainya tujuan akhir, yakni solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.
“Kita harus berpolitik, berdiplomasi, dan realistis. Jalan masih panjang, kita doakan tujuan utama yaitu two-state solution atau Palestina merdeka bisa tercapai,” pungkas Dino.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO