Ade menilai, persiapan yang dilakukan TMP, meski sempat tertunda pandemi, telah berjalan dengan baik sampai sekitar sebulan sebelum acara.
"
"Saat itu mereka sampaikan bahwa sponsor-nya mundur sehingga mereka kesulitan menyelenggarakan event ini."
"
Namun, karena pendaftaran telah berjalan banyak peserta yang sudah memesan tiket dan lain-lain, KONI menyarankan acara ini tetap dijalankan sesuai rencana.
"Agar event ini tetap terlaksana kami akan bantu dengan memberikan dukungan yang masih kurang ... seperti untuk penyelenggaraan dan hadiah," kata Ade.
KONI memberikan bantuan
KONI, menurut Ade, kemudian memberikan komitmen yang sifatnya bantuan untuk hadiah pemenang kategori nasional maupun internasional.
"Untuk pemenang pertama kategori Indonesia besarnya Rp125 juta dengan catatan waktu sekitar 2,5 jam dan itu semua sudah kami berikan, sementara untuk yang foreign, panita menyampaikan pemenangnya akan mendapatkan Rp150 juta."
"Nah, ini yang tidak sesuai dengan apa yang bisa kami dukung karena tidak mungkin kami memberikan untuk kategori asing, yang pemenang utamanya memiliki catatan waktu hampir 4 jam, hadiah yang lebih besar dari pemenang nasional."
Baca Juga: Tuai Kekecewaan, Pemenang Indonesia Internasional Marathon hanya Diberi Sepertiga Uang Hadiah
Meski demikian, Ade menuturkan, KONI memberi bantuan kepada pemenang kategori internasional sebesar masing-masing Rp50 juta, Rp35 juta, dan Rp25 juta.
Ade menambahkan, KONI juga sudah mengatakan kepada TMP jika tetap mau memberikan hadiah utama sebesar itu, maka sisa di luar bantuan yang diberikan KONI bisa diupayakan sendiri oleh TMP.
"Besaran yang sudah kami tetapkan ini semuanya sudah kami transfer setelah verifikasi sesuai kriteria dari panitia pelaksana, kecuali dua pemenang yang nama dan nomor rekeningnya tidak sesuai, jadi masih harus menunggu konfirmasi selanjutnya."
"Tetapi dari pihak TMP kan memang dikatakan hadiahnya Rp150 juta, mungkin selisih inilah yang belum diterima para pemenang internasional."
Menurut Ade, KONI juga merasa dirugikan atas adanya kasus ini.
"Logo KONI-nya itu yang kami keberatan, karena kami kan sudah membantu mereka beberapa item agar event ini bisa terlaksana, termasuk hadiahnya, sesuai dengan [besaran] kebijakan yang kita tetapkan," kata Ade yang mengatakan total bantuan KONI untuk event ini hampir mencapai Rp2 miliar.
Panitia perlu segera menjelaskan
Ade mengatakan divisi bidang hukum KONI telah mengontak TMP sebagai panitia pelaksana, namun "mereka katanya masih berkoordinasi."
Jack menyesalkan tidak ada penjelasan sama sekali dari pihak panitia perihal besaran uang yang ia terima.
"Tidak komunikasi sama sekali dari mereka, satu kata pun tidak."
"Kalau memang ada perubahan nilai hadiah, harusnya mereka menginformasikannya sebelum pertandingan digelar."
Ade berharap panitia segera menghubungi para pemenang internasional dan memberikan penjelasan.
"Mereka yang punya nomor kontak para pemenang ini, sebaiknya mereka cepat memberi penjelasan."
ABC Indonesia sudah mencoba melayangkan email kepada TMP sebagai pihak penyelenggara untuk memberikan tanggapan.
Berita Terkait
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar
-
9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN
-
Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP
-
Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
-
Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back
-
Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai