"Isunyakan akan naik sampai Rp 10 ribu per liter untik BBM jenis pertalite, jadi saya sengaja mengisi penuh bahan bakar kendaraan sebelum naik harganya," katanya saat ditemui di SPBU Jalan Ir. H. Juanda.
Di Jakarta juga banyak antrean, salah satunya di Tanjung Barat. Di SPBU kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2022) pagi ini. Bahkan, antrean tersebut hingga sampai pinggir jalan raya.
Antrean terpanjang terdapat pada barisan kendaraan roda empat atau mobil. Saking lamanya mengantre, mobil yang berada di barisan belakang sampai mematikan mesin. Pada antrean sepeda motor juga terpantau padat. Rata-rata, pemotor mengisi jenis bensin Pertalite.
Antrean juga terjadi kawasan Kuningan, Jakarta. Antrean cukup ramai, terutama untuk kendaraan roda empat.
Salah satu petugas SPBU yang tak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan kondisi ini sudah terjadi hampir 1 minggu ke belakang, terutama ketika wacana kenaikan harga BBM mulai terdengar.
Antren juga terjadi di Medan. Sejumlah SPBU di Medan ramai antrian kendaraan hingga tengah malam kemarin. Tampak antrian kendaraan roda dua mengular dari depot pengisian BBM hingga ke pinggir jalan. Meski diguyur hujan, pengendara tetap rela mengantri untuk mengisi BBM.
Jaminan stok BBM aman
Pihak Pertamina menjamin stok BBM bersubsidi aman. Begitu juga BBM nonsubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di wilayah Magelang.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Kota Magelang, Rabu sore, masyarakat mengantre untuk mendapatkan BBM menjelang rencana kenaikan harga BBM.
Baca Juga: Kuota Pertalite Mau Habis, Mobil Mewah Masih Suka Sedot BBM Bersubsidi
Suplai BBM di Magelang dari Depo Pertamina Rewulu dan secara depot masih aman, stok untuk 30 hari ke depan.
"SPBU juga sudah kami informasikan bahwa SPBU stoknya harus dipenuhi, kapan pun mereka butuh stok, misalnya terjadi peningkatan penjualan kami siap, jadi tinggal diinformasikan dan dikirim lagi stok tambahannya," katanya.
Kapan pun SPBU minta stok akan dikirim, karena distribusi dari Rewulu ke Magelang sekitar dua jam perjalanan jadi relatif aman, tidak perlu waktu lama.
Prediksi harga BBM bersubdisi setelah naik
Kemungkinan kenaikan harga Pertalite di SPBU Pertamina masih akan berada di bawah Rp 10.000 per liter dengan range kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2.500 dari harga yang saat ini Rp 7.650 per liter.
Salah satu yang menjadi biang kerok harga BBM harus naik adalah kenaikan harga minyak mentah karena perang Rusia-Ukraina. Sehingga subsidi untuk pertalite dan solar terus membengkak, ini juga jadi faktor berikutnya.
Belanja subsidi energi khususnya BBM dalam anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2022 tiba-tiba melesat tinggi, dari awalnya hanya sebesar Rp152 triliun diperkirakan menjadi Rp698 triliun. Jadi, sampai akhir tahun uang negara yang dikeluarkan sampai Rp698 triliun, dan itu duit semua.
Duit subsidi itu diambil dari APBN, dan menurut Sri Mulyani, keuangan negara sangat terguncang. Semua itu dilakukan agar warga tetap bisa beli bahan pokok.
Tag
Berita Terkait
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
Sudah Tahu Harga BBM Turun per 4 Februari 2026? Ini Daftar Lengkap Tarif Pertamina hingga Shell Baru
-
5 Mobil Sedan Suzuki Paling Irit BBM dan Nyaman Buat Harian
-
Harga BBM Kompak Turun, SPBU Shell Konsisten Kosong
-
Harga BBM Pertamina Terbaru Turun per 1 Februari 2026, Pertamax Kini Makin Murah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor
-
Jika BPJS Mati Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien Darurat, Ini Penjelasan Mensos!
-
OTT Pejabat Pajak, KPK Sebut Kemenkeu Perlu Perbaiki Sistem Perpajakan
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan