Suara.com - Tas mewah yang dimiliki istri tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi jadi perhatian. Jejeran tas mewah Putri Candrawathi terungkap saat rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir J beberapa Selasa 30 Agustus 2022.
Setelah itu, Putri Candrawathi pun tenteng tas mewah saat rekonstruksi itu.
Di rumah pribadi Ferdy Sambo di Putri Candrawathi di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan itu ternyata dilengkapi lift.
Di dalamnya turut berderet tas mewah yang diduga milik istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Tas-tas tersebut terlihat disimpan di dalam lemari kabinet kaca.
Sontak, sorotan tersebut pun langsung menuai beragam komentar dari netizen, hingga tak segan menyebut pembelian tas mewah tersebut dari uang haram.
"Itulah kemewahan dunia yang dapat membutakan mata dan hati manusia pelaku pembunuhan yang kejam dan keji," tulis netizen.
"Rumah, mobil mewah hasil dari duit haram, makanya kutukan berdarah keluarga Sambo," timpal netizen lainnya.
Jinjing tas mewah
Selasa lalu saat rekonstruksi kasus pembunuhan, Putri Candrawathi justru tampil elegan dengan kemeja putih dan celana berwarna krem. Putri Candrawathi bawa tas mewah
Baca Juga: Jefri Nichol Sebut Anak Ferdy Sambo Ribut di Klub Malah, Beberapa Jam Kemudian Begini Nasibnya
Dikutip dari Suara.com, setelah selesai reka adegan ke-70 dan akan meninggalkan lokasi, ibu tiga anak tersebut terlihat menggandeng suaminya.
Sementara, tangan kirinya tampak menjinjing tas berwarna cokelat.
Penelusuran Suara.com, tas jinjing yang dipakai Putri merupakan keluaran rumah mode Italia Gucci dengan jenis Gucci Convertible Boston Bag GG coated Canvas.
Harga puluhan juta
Beberapa tas koleksi Putri Candrawathi yang terlihat saat rekonstuksi adalah Bottega Veneta Jodie Mini Intrecciato dan Gucci GG Supreme.
Masih dari Suara.com, Bottega Veneta seri Jodie Mini Intrecciato bermotif anyaman tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Dilansir dari situs belanja Net-a-Porter tas kecil itu dijual seharga $2,508.52 atau sekitar Rp 37.275.915.
Sementara itu, Gucci GG Supreme dari kanvas dengan pegangan kulit berwarna cokelat, dan tali bahu yang dapat disesuaikan panjang pendeknya.
Tas ini juga memiliki detail logam berwarna emas. Dilansir dari therealreal.com, tas yang ditenteng Putri dijual dengan harga $995 atau sekitar Rp 15 juta.
Berita Terkait
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK di 2026, Terbaru Bupati Tulungagung
-
Kejagung Masih Buru Riza Chalid, Jampidsus: Jangan Dibuka Keberadaannya, Nanti Kabur Lagi
-
KPK Bongkar Dugaan Perintah Fadia Arafiq: ASN Diminta Menangkan Perusahaan Tertentu di Proyek Pemkab
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya
-
Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan