Suara.com - Pihak kepolisian sudah mengentikan soal kasus pelecehan seksual yang diklaim oleh Putri Candrawathi di mana diduga dilakukan mendiang Brigadir J.
Namun pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dalam hasil penyelidikannya, menyebut pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo diduga kuat dilakukan Brigadir J alias Nopryansah Yoshua Hutabarat.
Dalam hal ini, pengamat politik sekaligus pegiat media sosial Jhon Sitorus mengkritisi Komnas HAM yang duua sebut menjadi kaki tangan Putri Candrawathi.
"Sejak kasus Brigadir J mencuat, @KomnasHAM seakan-akan jadi kaki tangan Putri Candrawathi," tulis John Sitorus.
"Mulai dari perlindungan PC, menutupi dokumen di depan media hingga menghidupkan kembali pelecehan yangs udah digugurkan sendiri oleh Polri," tambahnya.
Lebih lanjut dia mempertanyakan ada apakah dengan Komnas HAM yang begitu membela PC.
"Ada apa dengan @KomnasHAM? Mengapa segitu ngotonya membela PC?" imbuhnya lagi.
John Sitorus juga menyebutkan bahwa Komnas HAM kurang memperhatikan keluarga Brigadir J. Padahal di awal kasus keluarga tak boleh melihat mayat Brigadir J.
"@KomnasHAM tak pernah sebegitu konsen dengan keluarga Brigadir J. Sejak awal komunikasi mereka dihack, dilarang melihat mayat hingga dilarang dokumentasi dan sebar di medsos," ungkap John Sitorus.
Baca Juga: Menelusur Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi dan Parapat
"Itu saja sudah bisa sebagai dasar pelanggaran HAM, di mana hak-hak keluarga Brigadir J ini dilarang oleh aparat," tambahnya.
Sebelumnya diketahui bahwa Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J ke Putri terjadi pada Kamis 7 Juli 2022 di Mangelang.
"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada saudari PC (Putri Candrawathi)," kata Beka saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
Dugaan kuat itu, dinyatakan Komnas HAM berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Putri bersama Komnas Perempuan. Pada pemeriksaannya tersebut, Putri konsisten mengaku dirinya dilecehkan oleh Brigadir J.
Berita Terkait
-
Adegan Kamar Mandi Ditutupi, Percakapan Kuat Maruf dan Istri Ferdy Sambo: Jangan Ribut-Ribut, Selesaikan Saja
-
AKP Irfan Widyanto Anak Buah Ferdy Sambo Muncul di Sidang Etik, Lihat Tampangnya
-
Kekasih Sudah Meninggal di Tangan Ferdy Sambo, Vera Simanjuntak Kangen Brigadir J
-
Merasa Lebih Baik Mati, Komnas Perempuan Angkat Lagi Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi
-
Bharada E Berani Bongkar Kejanggalan di Rumah Tangga Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Disebut Lakukan Hal Terlarang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Menkeu Purbaya Apresiasi Inovasi UMKM Sawit Binaan BPDP di Magelang
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial