Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga belum juga melantik Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) usai jabatan itu ditinggalkan almarhum Tjahjo Kumolo.
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut kalau Jokowi masih disibukkan dengan sejumlah agenda sehingga belum sempat melakukan pelantikan.
"Mungkin kan pak presiden kan sibuk kemarin kunjungan kerja rangkaian ke Papua Ambon Lampung, kemarin ada tamu negara. Besok sih ada acara hari kamis disini. Kamis ada acaranya kementerian pertahanan,” kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/9/2022).
Lagipula, Heru mengungkapkan, belum mengetahui secara pasti kapan pelantikan Menpan RB definitif akan digelar.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Protokol, Pers, Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebut, persoalan pelantikan menteri itu menjadi hak prerogatif presiden.
“Menteri kan pada intinya hak prerogatif presiden,” ujarnya.
Jokowi Soal Menpan RB
Sebelumnya, Jokowi mengemukakan, belum akan melakukan pelantikan untuk posisi Menpan RB usai menteri sebelumnya yakni Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/8/2022) di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.
Kepada awak media, Jokowi hanya menyampaikan jawabannya secara singkat.
Baca Juga: Mantan Wali Kota Solo Temui Presiden Jokowi di Istana, Rudy Bantah Ditunjuk Jadi Menpan RB
"Belum (akan melantik)," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (12/8/2022).
Setelah itu, Jokowi juga berseloroh ketika ditanya perihal daftar nama calon Menpan RB yang sudah dikantonginya. Ia berkelakar kalau kantongnya sudah penuh.
"Oh, kantongan udah penuh," ucapnya singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU