Pada tahun 1977, Ratu Elizabeth II merayakan 25 tahun di atas takhta dengan Silver Jubilee-nya. Perayaan tersebut dimulai pada 6 Februari untuk menandai hari di mana ia mewarisi peran raja.
Alami Tahun yang Mengerikan
Ratu Elizabeth memiliki apa yang ia gambarkan sebagai "annus horribilis," atau "tahun yang mengerikan." Pada tahun 1992, tiga dari empat pernikahan anaknya berakhir dengan perceraian.
Salah satunya, Pangeran Charles yang bercerai dengan Diana Spencer karena perselingkuhan. Diana sendiri kemudian meninggal dunia akibat kecelakaan pada 1997. Opini masyarakat terhadap keluarga kerajaan saat itu memburuk.
Pada tahun 1992, terjadi pula kebakaran yang merusak Kastil Windsor. Kemarahan publik atas biaya perbaikan di tengah resesi mendorong sang ratu untuk secara sukarela membayar pajak penghasilan.
Tumbuh Generasi Baru
Ratu Elizabeth merayakan 50 tahun takhta pada tahun 2002, Yubileum Emasnya. Ratu yang saat itu berusia 76 tahun akan mengunjungi 50 negara termasuk Australia dan Karibia.
Namun, tahun itu juga ditandai sebagai kehilangan karena saudara perempuan dan ibunya meninggal dalam waktu berdekatan. Putri Margaret meninggal 9 Februari 2002 dan Ibu Suri meninggal 30 Maret.
Keluarga kerajaan menemukan jalan mereka kembali ke hati publik Inggris ketika masa-masa awal berlanjut, sebagian besar berkat bantuan dua cucunya, Pangeran William dan Pangeran Harry yang karismatik.
Baca Juga: Penguasa Inggris Tutup Usia, Ini Riwayat Kesehatan Ratu Elizabeth II Hingga Menjelang Wafat
Diperkirakan 26 juta orang di Inggris menonton Pangeran William menikahi Kate Middleton pada April 2011 lalu. Lalu, Nielsen melaporkan bahwa ada tambahan 23 juta orang yang mendengarkan dari AS.
Pers positif hanya berlanjut ketika Pangeran Harry mulai berkencan dengan Meghan Markle. Banyak yang melihat masa pacaran mereka sebagai awal era modern baru bagi keluarga kerajaan.
Sekitar 18 juta orang Inggris menyaksikan pernikahan mereka pada Mei 2018, sementara lebih dari 29 juta orang menonton di AS.
Namun, niat baik pers Inggris berumur pendek. Pada Januari 2020, Pangeran Harry dan Meghan mengumumkan mundur dari keluarga kerajaan. Pasangan itu pindah ke California bersama putra mereka, Archie.
Kesehatannya Menurun
Pada 20 Oktober 2021, Istana Buckingham mengumumkan bahwa Ratu membatalkan perjalanan ke Irlandia Utara atas saran dari dokter untuk beristirahat selama beberapa hari ke depan.
Enam hari kemudian, diumumkan bahwa Ratu melewatkan Konferensi Perubahan Iklim PBB sehingga bisa fokus untuk beristirahat.
Pada 14 November, Ratu juga menarik diri dari Remembrance Sunday hanya dua jam sebelum acara dimulai, dengan alasan punggungnya terkilir.
Lalu, pada 20 Februari 2022, Istana Buckingham mengumumkan bahwa Ratu dinyatakan positif Covid-19. Seorang juru bicara istana mengatakan kepada Insider bahwa Elizabeth memiliki gejala ringan seperti pilek tetapi tetap melanjutkan tugas ringan di Windsor.
Meninggal Dunia
Ratu Elizabeth II diumumkan meninggal dunia pada Kamis (8/9) waktu setempat dalam usia 96 tahun. Ia merupakan pemimpin monarki Inggris terlama sepanjang sejarah, yakni 70 tahun.
Buckingham Palace menyampaikan kabar tersebut setelah sebelumnya mengumukan bahwa kesehatan sang ratu memburuk dan tengah terus menerima pengawasan medis.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
Penguasa Inggris Tutup Usia, Ini Riwayat Kesehatan Ratu Elizabeth II Hingga Menjelang Wafat
-
The Best 5 Oto: Ratu Elizabeth II Mangkat Tinggalkan Kenangan Land Rover, Suspensi Rolls-Royce Spectre, Motor Konversi
-
Pelangi Muncul di Atas Istana Buckingham Tepat Sebelum Kematian Ratu Elizabeth II
-
Beranda Google Tampil Beda, Tandai Meninggalnya Ratu Elizabeth II
-
Ratu Elizabeth II Meninggal, Chef Juna Bagikan Pengalaman Pernah Bertemu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas