Suara.com - Kubra* baru berusia 11 tahun ketika dia bertunangan dengan sepupunya yang lebih tua.
Gadis asal Sydney itu sudah mencoba meyakinkan keluarganya kalau hubungan mereka tidak sehat, bahkan "toxic", tetapi seruannya tidak didengar.
Pada usia 16 tahun, dia pergi ke luar negeri, yang tadinya ia pikir liburan mengunjungi keluarga.
Tapi sesampainya di sana, ia malah mendapat undangan ke pernikahannya sendiri, yang diselenggarakan tanpa persetujuannya.
"Saya menolak untuk menikah dengannya tetapi keluarga tunangan saya mengancam akan menyakiti saya dan mengambil paspor saya," kata Kubra.
"Saya sangat stres dan depresi karena semua yang terjadi ini."
Ia terpaksa mengikuti proses pernikahan itu, tapi berhasil mengakhirinya setelah setuju untuk membayar mertuanya A$30.000, atau lebih dari Rp300 juta.
Kisah Kubra hanyalah satu dari banyak kasus serius kawin paksa yang dilaporkan ke pihak kepolisian di Australia.
Polisi di Australia khawatir jika jumlahnya melonjak tahun ini karena meningkatnya perjalanan ke luar negeri.
Baca Juga: Penuh Haru! Pernikahan Wanita Ini Tetap Lanjut meski Ayahnya Meninggal 3 Jam Sebelumnya
Polisi dan lembaga pemerintah sedang meneliti cara mengatasi masalah kompleks, yang menurut statistik, paling banyak terjadi di negara bagian New South Wales (NSW) dan Victoria.
Tahun lalu, Polisi Federal Australia (AFP) menerima lebih dari 80 laporan dari seluruh negara bagian, dan hampir setengahnya melibatkan anak-anak berusia di bawah 18 tahun.
Eleni Argy salah satu petugas yang menangani kasus ini.
Ia mengatakan para korban yang berusia muda dan kebanyakan perempuan "dijual" untuk mendapatkan uang.
Eleni bekerja di organisasi pemuda Taldumande, yang menyediakan akomodasi bagi remaja yang dipaksa untuk menikah di luar keinginan mereka.
"Ada keuntungan finansial. Ditukar dengan uang, mungkin juga dengan rumah, dan gadis-gadis itu benar-benar dijual," kata Eleni.
Berita Terkait
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!