Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 partai Demokrat di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat DKI Jakarta pada Jumat (9/9/2022). Kedatangan Anies langsung disambut sumringah para kader.
Pantauan suara.com, Anies tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Anies langsung disambut oleh Ketua Demokrat DKI Mujiyono, Sekretaris Demokrat DKI Desie Christyana, dan Bendahara Demokrat DKI Ali Muhamad Johan.
Begitu tiba, Anies langsung disambut nyanyian dan sorakan para kader yang menunggu.
"Selamat datang, Anies Baswedan, Selamat datang, Anies Baswedan. Dari Demokrat. Siap bersama," kata salah satu kader bernyanyi lewat pengeras suara.
Tak lama setelah sampai, Anies langsung diminta untuk menandatangani banner berlambang partai demokrat. Ia juga menuliskan kalimat sebagai pesan untuk partai lambang mercy ini.
"Teruslah jadi pemancar jernih aspirasi rakyat Jakarta yang konsisten dengan idealisme nasionalis religius," tulis Anies.
Setelah itu, Anies berjalan sambil diantarkan menuju ruangan kantor Ketua DPD Demokrat. Ia juga menyalami beberapa anggota yang menghampirinya.
Sebelumnya, DPD Demokrat DKI Jakarta kembali menggaungkan pasangan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai pasangan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal ini disebut aspirasi yang datang dari tingkat akar rumput partai lambang mercy itu.
Hal ini disampaikan, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono yang menyebut sudah bertanya ke banyak kadernya dan mereka menyatakan ingin AHY-Anies berpasangan dalam Pilpres.
Baca Juga: Demokrat DKI Ingin AHY Maju ke Pilpres 2024, Gandeng Anies Jadi Cawapres
"Saya harus sampaikan, politik itu kan juga perlu kejujuran, politik itu kan harus aspiratif. Secara random saya tanya, 'Lo mau siapa', dan rata-rata di DKI maunya Anies-AHY atau AHY-Anies," ujar Mujiyono saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Partai Demokrat di Kantor DPD Demokrat DKI, Jumat (9/9/2022).
Meski dipasangkan, Mujiyono memastikan, pihaknya ingin memajukan AHY sebagai calon presiden, sementara Anies sebagai calon wakil presiden. Pasalnya, AHY merupakan ketua umum partai.
Sedangkan, Anies bukan orang partai dan membutuhkan kendaraan partai politik untuk bisa maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Kendati begitu, Mujiyono mengakui tetap akan ada dinamika politik sebelum menentukan hal tersebut.
Terlebih, Demokrat juga perlu berkoalisi dengan partai lainnya apabila ingin mengusung Capres. Sebab, perolehan suara Demokrat pada Pilpres 2019 hanya 7,7 persen, masih jauh dari syarat ambang batas presiden atau presidential threshold 20 persen.
"Kalau di Demokrat harus AHY-Anies dong, kan kami punya kendaraan, kan yang punya STNK atas nama kami. Tapi ya namanya politik, ketum sih pasti berusaha," tuturnya.
"Ketum bangun partai, dan dinamikanya tentunya akan terus terupdate, entah dengan siapa (berkoalisi)," katanya menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China