Suara.com - Setiap anak tentu berhak untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun ada beragam faktor yang menyebabkan sejumlah anak tak bisa merasakan hak tersebut, termasuk bila keluarga mereka telah tercerai-berai.
Hal miris itu pula yang dialami seorang bocah perempuan di video viral unggahan akun Instagram @rumpi_gosip. Pasalnya bocah itu mengaku sampai harus dititipkan di rumah tetangga dan hanya mendapat jatah makanan sisa akibat orangtuanya yang berpisah.
"Dengar curhatan anak ini sampai selesai, bikin merinding," ungkap pemilik video, seperti dikutip Suara.com pada Selasa (20/9/2022).
Mengaku Dititipkan di Rumah Tetangga sampai Diberi Makanan Sisa
Awalnya sang guru bertanya mengapa gadis cilik itu pindah dari Kota Medan, Sumatera Utara. Bocah itu lantas menceritakan soal keluarganya yang tidak harmonis.
"Mak berantem terus dengan Bapak, (jadi) aku ditinggal di rumah," ucap bocah itu dengan nada polosnya. "Entah berapa minggu dia baru pulang. Bapak pun pergi juga."
Situasi itu membuat si gadis cilik dititipkan di rumah tetangga. "(Tapi) aku nggak dikasih makan," sambung bocah itu dengan suara yang terdengar parau menahan tangis.
"Nggak dikasih makan?" ulang sang guru yang hanya bisa memberi tatapan nelangsa.
Tangisannya pun akhirnya tak bisa dibendung. "Makanan sisa saja yang dikasih," ungkapnya melanjutkan.
Baca Juga: Penjual Camilan di Bioskop Ini Bikin Salfok, Diduga Warganet Zikir Sambil Bekerja
Ia mengaku harus belajar memasak sendiri demi bertahan hidup, kendati usianya masih jauh dari kata layak untuk berurusan sendiri dengan dapur.
"Kau tak kasih tahu Mamak sama Bapak?"
"Macem mana, paling juga tak peduli," balas bocah itu lagi.
Kini Sudah Hidup Lebih Baik dengan Pamannya
Beruntung sang paman masih memedulikan nasibnya. Atas permintaan dari sang ayah juga, anak itu dijemput dan pindah ke rumah pamannya.
Beruntungnya lagi, sang paman juga berkenan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya, termasuk sesederhana memberi makanan layak alih-alih makanan sisa seperti yang didapat di rumah tetangga.
Berita Terkait
-
Emak-Emak Hamil 8 Bulan Ngidam Dielus Hotman Paris Akhirnya Kesampaian, Harapan Buat Si Jabang Bayi Mulia Banget
-
Bakamla Digeruduk Warganet Usai Heboh CPNS Meninggal Saat Latihan Militer, Stafsus Menkeu Angkat Bicara
-
Pilu! Kakek Ingin Tukar Sayur dengan Mie Instan, Mengaku untuk Makan
-
Heboh Pemuda Palang Motornya hingga Jalanan Macet, Orang-orang Gak Ada yang Berani Negur
-
Umur Bukan Penghalang Berumah Tangga, Pernikahan Di Lombok Jadi Sorotan Warganet
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT