"Dalam hal migran dengan keterampilan lebih tinggi, kita harusnya menggunakan visa sponsor dari perusahaan untuk menerapkan berapa banyak kebutuhan yang diperlukan, bukannya berapa banyak yang berminat datang," tambahnya.
"Australia seharusnya memberikan status PR bagi mahasiswa internasional bila mereka bisa memberikan sumbangan kepada masyarakat."
Standar pendidikan yang tinggi, kemampuan bahasa Inggris, masa tunggu yang tidak menentu dan pengalaman kerja yang diperlukan bukan hanya syarat yang menjadi tantangan bagi mereka yang ingin jadi penduduk tetap Australia.
Sunny Patel, yang berasal dari India mendapatkan gelar master di bidang teknik mesin dari Deakin University di Geelong tahun lalu, kemudian pindah ke Sydney.
Pria berusia 25 tahun tersebut berencana mengajukan permohonan visa 190, visa khusus untuk tenaga terampil yang dibutuhkan di negara bagian New South Wales.
Tetapi tanggal 7 September lalu, Pemerintah New South Wales mengeluarkan daftar pekerjaan baru yang berlaku untuk pengajuan visa.
Mereka juga menambah perlunya bukti menunjukkan sudah berapa tahun mereka memiliki pengalaman kerja di Australia, ditambah harus sudah mengumpulkan poin minimum, untuk bisa diundang mendaftar.
Yang lebih menjadi masalah bagi Sunny adalah pekerjaannya sebagai insinyur teknik mesin tidak ada lagi dalam daftar pekerjaan tersebut.
"Jadi bagi semua insinyur teknik mesin yang sudah bekerja di sini tidak lagi memiliki peluang untuk diundang mengajukan permohonan menjadi PR," katanya.
Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, 18 Industri Hotel dan Resort Ikuti Misi Penjualan ke Australia
Sunny sekarang memiliki visa sementara lulusan universitas yang masa berlakunya kurang dari setahun.
"Ini sekarang sepertinya jalan buntu bagi saya dan teman-teman saya yang bekerja di industri yang sama," katanya.
Mengapa status PR sangat penting
Selain karena masalah keamanan dan kenyamanan memiliki status yang jelas, beberapa kalangan bisnis juga bertindak diskriminatif terhadap mereka yang memiliki status visa sementara.
Sravan Reddy Palvai, juga berasal dari India, mengatakan karena dia tidak memilki status PR, membuat ia harus bekerja sebagai pengendara Uber dan bukannya sebagai insinyur di bidang komputer.
Sravan lulus dari Charles Sturt University di Melbourne di tahun 2019 dengan gelar master di bidang IT, kualifikasi yang dianggap sangat dibutuhkan di Australia.
Dengan pengalaman bekerja selama hampir enam tahun di luar negeri, pria berusia 32 tahun mengajukan keinginan menjadi PR segera setelah lulus kuliah.
Sampai sekarang dia masih menunggu kabar dari Pemerintah Australia untuk mengundangnya mengajukan lamaran resmi.
Sravan mengatakan dia sudah diwawancarai oleh beberapa perusahaan informasi teknologi di Melbourne, namun tidak mendapatkan pekerjaan karena dia hanya memiliki visa tinggal sementara.
"Ketika saya menjelaskan mengenai kondisi visa saya, mereka mengatakan '"sorry, kami hanya mencari mereka yang sudah memiliki visa tinggal permanen'," katanya.
Sravan mengatakan bekerja di industri IT adalah alasan utama mengapa dia datang ke Australia.
"Saya biasanya bercerita mengenai diri saya kepada pelanggan Uber yang naik mobil saya," katanya.
"Saya mencoba menjelaskan kepada setiap orang bahwa saya sedang mencari pekerjaan di bidang IT. Profil saya kuat sekali."
Dalam pernyataannya, juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan kepada ABC bahwa Pemerintah Australia mengakui pentingnya migrasi untuk mengisi lowongan kerja dan merangsang pertumbuhan ekonomi.
"Itulah sebabnya kami berusaha mengurangi permohonan visa yang sudah masuk ke tingkat sebelum COVID-19 dan mempekerjakan lebih banyak staf untuk mempercepat proses," kata pernyataan tersebut.
'Begitu banyak rintangan'
Setelah merasa peluangnya untuk mendapatkan visa tinggal permanen lewat jalur guru hampir tidak memungkinkan, Marina mengubah rencananya dan pindah ke kawasan regional, agar ia bisa mendapatkan visa tinggal sementara selama lima tahun.
Di sini dia mendapatkan kualifikasi untuk bekerja sebagai agen penjual rumah dan di tahun 2019 memulai usaha sendiri.
Namun kemudian permohonan visanya ditolak karena Departemen Dalam Negeri mengatakan tahun pertamanya bekerja sebagai agen penjual rumah adalah "masa kualifikasi" sehingga tidak berlaku.
"Bila kita mengajukan bukti pengalaman kerja selama tiga tahun, maka poinnya 10," kata Marina.
"Bila bekerja kurang dari tiga tahun, poinnya lima."
Setelah mengajukan banding ke Tribunal Banding Administratif, Marina sekarang mendapat undangan untuk mengajukan permohonan visa 189 sebagai guru.
Namun kalau dia tidak memenangkan banding, dia tidak bisa mengajukan permohonan PR ketika berada di Australia.
"Bila saya kalah, saya harus meninggalkan negeri ini dan meninggalkan anak saya dan harus ke luar negeri," katanya.
"Begitu banyak rintangan yang harus dihadapi."
Baca laporannya dalam bahasa Inggris
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend