Suara.com - Keimigrasian China memutuskan untuk melonggarkan aturan masuk ke negara itu di pos perbatasannya dengan Makau setelah negosisasi antara kedua otoritas lokal.
Semua orang yang memasuki wilayah China melalui pos pemeriksaan imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Zhuhai hanya diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes PCR dalam 48 jam.
Kebijakan tersebut berlaku efektif mulai Senin (19/9) pukul 06.00 waktu setempat (05.00 WIB), menurut pernyataan Pusat Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Zhuhai, Provinsi Guangdong, Selasa.
Sebelumnya pemerintah daerah di Zhuhai memberlakukan hasil tes negatif COVID-19 yang berlaku dalam 24 jam.
Pelonggaran kebijakan tersebut merupakan hasil negosiasi antara Pemerintah Provinsi Guangdong dengan pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Makau.
Meskipun demikian, setiap orang yang baru datang dari Makau tetap diwajibkan melapor kepada kepala lingkungan permukiman setempat dan melakukan tes PCR dua kali dalam tiga hari.
Pada akhir tahun lalu, Makau, Hong Kong dan Guangdong, yang berada di wilayah selatan China daratan, telah melakukan berbagai persiapan untuk menerapkan kebijakan bebas tes PCR dan karantina.
Namun belum sampai terealisasi, Hong Kong dilanda gelombang baru COVID-19 yang membuat otoritas setempat kewalahan.
Makau juga terkena dampak dari gelombang baru tersebut pada saat itu.
Hingga kini, kesepakatan ketiga pihak belum bisa direalisasikan kecuali hanya mengurangi beberapa persyaratan, seperti pengurangan masa berlaku hasil tes PCR. [Antara]
Berita Terkait
-
Soroti Budaya Bisnis di Indonesia, Bapak-bapak Ini Berikan Tips Usaha yang Baik dengan Belajar dari Orang China
-
Drama dan Reality Shownya Dinilai Kontroversial, Zhang Han Banjir Kritikan
-
Forum Sinologi Indonesia Meminta Masyarakat Tetap Kritis Dalam Mengkonsumsi Berita Maupun Konten Hiburan Asal China
-
Timnas Futsal Indonesia Kirim Pasukan Debutan untuk AFC Asian Futsal Cup 2022, Ini 3 Negara Kuat yang akan Dihadapi
-
Respons Keras China Tanggapi Pernyataan Biden Yang Sebut Siap Bela Taiwan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan
-
Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah
-
Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun
-
Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan
-
45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA
-
Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation
-
Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi
-
Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!
-
Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026