Suara.com - Kuba beberapa tahun terakhir dirundung pelegalan pernikahan sesama jenis. Hingga akhirnya Kuba resmi melegalkan pernikahan sesama jenis sejak 26 September 2022 waktu setempat.
Peresmian pernikahan sejenis akhirnya disahkan setelah diadakannya Referendum yakni, pemungutan suara untuk mengambil keputusan oleh seluruh rakyat Kuba pada 25 September 2022 waktu setempat.
Dari hasil referendum total suara yang masuk sekitar 74.01 persen dari seluruh suara rakyat Kuba. Dimana, 66.87 persen memilih setuju untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Kemudian, 33.13 persen memilih tidak setuju sepeti yang dilansir oleh havanatime berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dewan Pemilihan Nasional.
Pelegalan pernikahan sesama jenis ini termasuk ke dalam peraturan yag direformasikan dalam New Family Code. Peraturan ini selain menaungi legalnya pernikahan sesama jenis, juga menaungi peraturan yang memperbolehkan kehamilan surogasi dan memperbolehkan pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak.
Seperti yang dilansir BBC, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel saat memasukkan suaranya dia berekspektasi sebagian besar warga Kuba akan memilih Setuju pada saat pemilihan tersebut dan peraturan baru akan merefleksikan keberagaman penduduk, keluarga, dan kepercayaan.
Ada oposisi lain yang menolak dukungan pemerintahan tersebut. Pihak oposisi ini datang dari kalangan kaum konservatif, pengikut aliran Katolik dan Evangelikal, dan para oposisi pemerintah yang memilih tidak setuju sebagai hukuman atas kesalahan pengurusan ekonomi negara dan kurangnya kebebasan di dalam negeri.
Sabrina Hamdi
Berita Terkait
-
Referendum Ukraina: Tentara Masuk Rumah-rumah Warga untuk Mengambil Suara
-
PM Australia Tolak Bicarakan Perubahan Konstitusi Usai Kematian Ratu Elizabeth II
-
Cile Tolak Konstitusi Baru yang Jamin Kesetaraan Gender dan Perlindungan Masyarakat Adat
-
Depot Minyak Besar di Kuba Terbakar Hebat
-
Tiga Atlet Kuba Membelot Usai Kejuaraan Dunia Atletik di Amerika Serikat
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!