Suara.com - Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan Kanada akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia terkait referendum "palsu" di empat wilayah pendudukan di Ukraina.
PM menuturkan bahwa Kanada tidak akan pernah mengakui hasil referendum atau upaya pencaplokan ilegal wilayah Ukraina oleh Rusia.
"Kami berniat menjatuhkan sanksi baru terhadap individu dan lembaga yang terseret dalam upaya terbaru untuk merusak prinsip-prinsip kedaulatan negara dan berbagi tanggung jawab atas pertumpahan darah yang tak logis dan yang kini sedang berlangsung di seluruh Ukraina," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan.
Pejabat Rusia di empat wilayah pendudukan di Ukraina melaporkan bahwa mayoritas suara pada Selasa mendukung menjadi bagian dari Rusia setelah lima hari pemungutan suara.
Menurut PM, Kanada sedang terlibat dengan mitra dan sekutu internasional untuk bersama-sama menolak "pemungutan suara tidak sah tersebut".
Sebelumnya, kantor berita Rusia, RIA, mengumumkan bahwa hasil pemungutan suara parsial pertama dari empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia menunjukkan lebih dari 96 persen warga mendukung untuk bergabung dengan Rusia.
Pemungutan suara yang diatur dengan tergesa-gesa itu telah berlangsung selama lima hari di empat wilayah di Ukraina (Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson) yang membentuk sekitar 15 persen wilayah Ukraina.
Para petugas yang ditempatkan pemerintah Rusia mengambil kotak suara dari rumah ke rumah dalam pemungutan suara yang disebut Ukraina dan Barat sebagai pemaksaan yang tidak sah untuk menciptakan dalih hukum bagi Rusia untuk mencaplok empat wilayah Ukraina itu.
Dengan demikian, Presiden Vladimir Putin kemudian dapat menggambarkan setiap upaya Ukraina untuk merebut kembali keempat wilayah itu sebagai serangan terhadap Rusia, seperti dilaporkan Reuters. [Antara]
Berita Terkait
-
Kantor Berita Rusia Sebut 4 Wilayah di Ukraina Ingin Gabung Negara Beruang Merah
-
PBB Sebut Situasi HAM di Ukraina "Mengerikan"
-
Perang Ukraina: "Saya Disiksa karena Menolak Mengajarkan Bahasa Rusia"
-
Surat Wasiat Bule Kanada yang Tenggelamkan Diri di Seminyak Karena Parkinson
-
Hancur Lebur Wilayah Timur Kanada Usai Diamuk Keganasan Badai Fiona
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi
-
2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
-
Penjelasan Shell terkait Stok BBM yang Masih Kosong di Seluruh SPBU
-
Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas
-
Tak Sekadar Halalbihalal di Rumah SBY, Puri Cikeas jadi Saksi Cinta Lama Anies-AHY Bersemu Kembali?
-
Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara
-
Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus
-
BBM Stabil Tapi WFH Digalakkan? Pakar UGM Minta Pemerintah Jujur Soal Kebijakan Kontroversial Ini
-
Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS