Suara.com - Pembahasan tentang hukum nikah beda agama belakangan ini sedang ramai diperbincangkan warga +62. Hal ini bermula dari pasangan berbeda agama yang menikah dan meminta PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Selatan menerbitkan akta perkawinan mereka.
Setelah pasangan beda agama ini melalukan permohonan pendaftaran akta perkawinan di PN Jakarta Selatan, rupanya pihak PN hanya mengabulkan permohonannya sebagian saja. Untuk permohonan agar perkawinan beda agama ini disahkan, ternyata ditolak oleh hakim.
Penolakan hakim tersebut dikarenakan hakim hanya bisa beri izin bagi para pasangan yang melakukan pencatatan pernikahan di kantor catatan sipil Jaksel (Jakarta Selatan). Sehingga tak ada pengesahan pernikahan berbeda agama (Islam-Kristen) oleh PN Jaksel.
Lantas, apa sebenarnya hukum nikah beda agama menurut pandangan Islam maupun menurut hukum Indonesia? Untuk selengkapnya, berikut ini pembahasannya.
Hukum Nikah Beda Agama
Menurut UU (Undang-Undang) No 1 Tahun 1974 yang berisi tentang Perkawinan, pada pasal 2 UU tersebut menyebutkan bahwa perkawinan dinyatakan sah apabila dilakukan sesuain hukum agama yang bunyinya sebagai berikut:
1. Perkawinan adalah sah jika dilakukan sesuai hukum agama dan kepercayaannya masing-masing.
2. Setiap perkawinan dicatat sesuai dengan peraturan Undang-undang yang berlaku
Sedangkan dalam agama Islam menyebutkan bahwa hukum menikah beda agama tidak memiliki peluang sah pernikahannya dan Allah SWT melarang nikah beda agama. Hal ini termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 221 yang bunyinya sebagai berikut:
Baca Juga: Bukan Indonesia! Inilah Daftar Negara yang Boleh Nikah Beda Agama
"Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik sehingga mereka beriman. Sesungguhnya seorang budak perempuan yang mu'min itu lebih baik daripada wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu dan janganlah kalian menikahkan laki-laki musyrik (dengan Wanita Muslimah) sehingga mereka beriman. Sesungguhnya budak laki-laki yang beriman itu lebih baik dari pada orang musyrik sekalipun dia menarik hatimu. Mereka itu mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya, dan Allah menjelaskan ayat-ayatnya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran." (QS.Al-Baqarah: 221)
MUI juga mengeluarkan fatwa mengenai hukum menikah berbeda agama. Fatwa tersebut tertuang dalam Keputusan Majelis Ulama Indonesia No 4/MUNAS VII/MUI/8/2005. Adapun isi fatwa tersebut yakni sebagai berikut:
Perkawinan beda agama hukumnya haram serta tidak sah.
Pernikahan laki-laki (muslim) dan wanita (ahlu kitab), menurut qaul mu'tamad hukumnya haram serta tidak sah.
Demikian informasi mengenai hukum nikah beda agama menurut undang-undang di Indonesia dan menurut hukum Islam yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau