News / Nasional
Kamis, 29 September 2022 | 15:29 WIB
Rocky Gerung [YouTube]

Luhut menegaskan bahwa, perbedaan berpendapat itu memang harus ada. Namun kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kekacauan.

"Kebebasan yang kita mau adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan harus kita pelihara," ujarnya.

Luhut Sakit Hati

Meski mengakui ketajaman daya pikir dan kritisisme Rocky Gerung, tapi Luhut tak bisa berbohong kalau ia juga memiliki rasa sakit hati ketika kalimat yang dilontarkan Rocky cukup pedas.

Luhut mengaku sebutan 'dungu' yang sempat dilontarkan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi menyakitkan.

"Terus terang itu menyakitkan, tapi ya sudah," lanjut Luhut.

"Masyarakat mau kritik saya silahkan, kritik presiden juga silahkan. Waktu anda (Rocky Gerung) sebut presiden dungu juga nggak masalah," singgung Luhut yang diikuti tawa Rocky Gerung.

Pertemuan dengan Gibran

Sepekan setelah bertemu Luhut Pandjaitan, Rocky Gerung kedatangan tamu Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Amini Omongan Luhut, Waketum PKB Sebut Presiden Cuma Bisa dari Orang Jawa dan Islam

Rocky Gerung dan Gibran Rakabuming Raka (twitter.com/gibran_tweet)

Gibran sendiri yang datang jauh-jauh dari Solo ke kediaman Rocky di Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (23/9/2022).

Pertemuan ini langsung di-update Gibran melalui Twitter-nya.

"Alhamdulillah tadi pagi berkesempatan untuk main ke kediaman salah satu idola saya," cuit Gibran disertai foto bersama Rocky Gerung.

Flash back ke belakang, Rocky Gerung sempat mengkritik pencalonan Gibran sebagai Wali Kota Solo.

Bahkan dia membuat video berjudul yang membahas majunya Gibran Rakabuming sebagai calon wali kota dalam Pilkada Solo 2020.

Rocky melontarkan banyak kata-kata pedas dalam video berjudul "PILWALKOT SOLO, KOTAK KOSONG VS 0T4K KOSONG" yang diunggah ke YouTube, Senin (20/7/2020).

Rocky Gerung Merapat ke Penguasa?

Pertemuan Rocky Gerung ke dua tokoh besar itu membuatnya banyak disorot. Banyak yang menduga bahwa Rocky mulai merapat ke kekuasaan.

"Paling mau jadiin Rocky Gerung komisaris," ujar warganet menanggapi pertemuan Rocky dengan Gibran.

"Obrolannya pasti mau menjadikan Rocky Gerung sebagai Komisaris Utama Markobar...
Bikin martabak varian "dungu" (Toping Durian dengan martabak warna ungu). Saatnya Rocky Gerung merambah bisnis kuliner dan menjadi Maskot baru MARKOBAR," timpal warganet lain.

Bukan hanya warganet, Hersubeno Arief yang dikenal dekat sebagai host di konten regulernya bersama Rocky Gerung pun meminta klarifikasi atas pertemuan tersebut.

"Rocky Gerung sedang menjadi sorotan publik terlebih kemarin dengan Gibran kemudian sebelumnya ada wawancara dengan Luhut sampai dua episode," tutur Hersubeno Sabtu (24/9/22).

"Orang bertanya dan menduga Rocky menghianati perjuangan dan mulai main dengan kekuasaan," sambungnya.

Mendengar hal itu, Rocky mengatakan bahwa dirinya tidak mendekati kekuasaan.

"Saya mengerti psikologi teman apalagi musuh-musuh saya, saya tidak mendekat pada kekuasaan dan yang terjadi kekuasaan mendekat pada saya," ujarnya.

Rocky Gerung menambahkan, dirinya terus memproduksi hal kritis untuk membangun bangsa ini.

"Kelihatan memang ada keadaan baru yang mencemaskan bangsa ini karena itu diwilayah kritisme kita produksi itu," sambungnya.

Dia juga mengklarifikasi soal kedatangan Luhut dalam kanal YouTubenya.

"Memang pertama dalam RGTV saya mewawancara pak Luhut dan orang bilang hajar dia, ya tidak bisa nanti dia tidak mau datang lagi," ujarnya.

Rocky Gerung menjelaskan ingin menuntun bangsa tetap tumbuh dalam pertengkaran pikiran bukan dalam dendam.

Load More