Suara.com - Gletser swiss mencair tak seperti biasanya, kini mengalami pencairan terburuk yang pernah tercatat. Diperkirakan pencairan gletser ini diakibatkan oleh terjadinya gelompang panas atau heatwave yang melanda Benua Eropa.
Berdasarkan pencatatan tahun ini yang dilakukan oleh Jaringan Pemantauan Gletser Swiss (GLAMOS), Gletser swiss mengalami pencairan sebanyak 6 persen dari total gletser tersisa atau sekitar 3 kilometer persegi.
Jika dibandingkan dengan rekor terburuk sebelumnya, angka tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding 2003 silam.
Fenomena tersebut dipicu dari adanya hujan salju yang rendah dan diperparah oleh gelombang panas yang sedang melanda Eropa.
Para peneliti juga mengkhawatirkan perubahan iklim menjadi pemicu tingginya angka gletser yang mencair.
Hujan salju merupakan cara alami untuk menutup kembali lapisan gletser yang mencair.
Namun akibat dari minimnya hujan salju yang turun selama musim dingin, perbaikan dan penambahan lapisan gletser secara alami tidak terjadi pada tahun ini.
Maka dari itu, para peneliti di seluruh Pegunungan Alpen harus melakukan emergency repair work yakni perbaikan darurat terhadap lusinan situs gletser di Pegunungan Alpen yang jika terjadi pencairan es maka tiang pengukur gletser akan tercabut dan merusak data yang mereka kumpulkan.
Seperti yang dilansir oleh Reuters, fenomena pencairan gletser terparah di Swiss ini dapat dilihat dari batu-batu yang sudah ribuan tahun terkubur es, kini dapat dilihat dengan mata telanjang.
Baca Juga: Bek Persija Ondrej Kudela Gagal Selamatkan Ceko dari Degradasi di UEFA Nations League
Tak hanya itu, jenazah dan bahkan pesawat yang pernah jatuh dan hilang di pegunungan alpen beberapa dekade lalu, kini dapat ditemukan. Dan yang terparah, gletser kecil di daerah lainnya pun sudah hilang.
Berdasarkan laporan yang diberikan oleh PBB pada 2019 silam terkait Perubahan Iklim, Gletser di Pegunungan Alpen akan kehilangan lebih dari 80% es pada tahun 2100 mendatang, dihitung massa es mulai dari tahun tercatat.
Fenomena tersebut terjadi jika gas emisi rumah kaca terus terjadi di bumi ini, dilansir dari Reuters.
Sabrina Hamdi
Berita Terkait
-
Bek Persija Ondrej Kudela Gagal Selamatkan Ceko dari Degradasi di UEFA Nations League
-
Hasil Bola Tadi Malam: Spanyol Bungkam Portugal, Brasil Bantai Tunisia, Vietnam vs India 3-0
-
Keunikan Bandara Internasional Banyuwangi yang Raih Penghargaan Arsitektur Dunia
-
Matador Tumbang Di Kandang, Spanyol Kalah 1-2 Atas Swiss
-
KABAR DUKA Pesepakbola Nicolas Schindelholz Meninggal Dunia di Usia Muda karena Kanker Paru-Paru
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare