- Menlu Iran menuduh Presiden Trump melancarkan serangan militer tanpa dasar hukum demi kepuasan pribadi di Timur Tengah.
- Araghchi mengklaim Iran hanya bertahan defensif dan serangan mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat saja.
- Iran mengakui 440 kilogram uranium diperkaya berada di bawah reruntuhan fasilitas nuklir yang rusak akibat serangan.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan tuduhan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menyebut perang yang terjadi hanya demi kepuasan pribadi.
Dalam wawancara dengan CBS, Araghchi mengatakan serangan militer Amerika dilakukan tanpa dasar hukum dan menyebabkan korban jiwa hanya karena keputusan politik Washington.
“Orang-orang terbunuh hanya karena Presiden Trump ingin bersenang-senang. Mereka menenggelamkan kapal dan menyerang berbagai tempat tanpa alasan sah,” kata Araghchi.
Ia juga menuduh Amerika menggunakan wilayah negara lain di Timur Tengah untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurut Araghchi, Iran tidak memulai konflik dan hanya melakukan tindakan defensif.
Araghchi mengklaim target serangan Iran hanya fasilitas militer Amerika, bukan warga sipil, meski situasi di kawasan terus memanas sejak konflik dengan AS dan sekutunya meningkat.
Dalam wawancara tersebut, Araghchi juga mengungkap kondisi terbaru program nuklir Iran.
Araghchi mengakui sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya kini berada di bawah reruntuhan fasilitas nuklir yang hancur akibat serangan udara.
“Sudah berada di bawah puing-puing, tentu bisa diambil kembali, tetapi harus di bawah pengawasan badan internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
Pernyataan itu memicu kekhawatiran di Washington bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan program nuklir meski fasilitasnya rusak.
Ketegangan juga terjadi di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Araghchi mengatakan Iran tidak menutup jalur tersebut secara resmi, tetapi mengakui kondisi keamanan membuat banyak kapal memilih menghindari kawasan itu.
Presiden Donald Trump menolak keras tuduhan Iran dan menegaskan operasi militer dilakukan untuk mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.
Trump menyatakan kerusakan yang dialami militer Iran sangat besar dan akan membutuhkan waktu lama untuk pulih.
“Saya pikir mereka sudah hancur. Jika kami berhenti sekarang, mereka butuh sepuluh tahun atau lebih untuk membangun kembali,” kata Trump.
Berita Terkait
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
IRGC Iran Fokus Incar Netanyahu, Menlu Araghchi Siap Negosiasi Negara Teluk
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, Minta Kemenkes Tanggung Pengobatan
-
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
-
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer Mana Pun
-
Komisi III DPR Sebut Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Mengandung Pesan Politik Berbahaya
-
Kesaksian Anak Selamat Bikin Merinding, Satu Keluarga di Tepi Barat Dibunuh Tentara Israel
-
Mudik Lebaran 2026, Rute Commuter Line Merak Dibatasi Hanya Sampai Stasiun Cilegon
-
Mudik Lebaran 2026: Kemenhub Prediksi 143 Juta Pergerakan, Pakar UGM Ingatkan Keselamatan
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
-
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembatalan RPerppu Pemberantasan Tindak Pidana Ekonomi
-
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji