- Iran telah melakukan desentralisasi infrastruktur dan membangun terminal minyak Jask di luar Selat Hormuz, membuat serangan ke Pulau Kharg tidak lagi efektif.
- Serangan ke Kharg bisa menjadi 'membunuh diri ekonomi' bagi AS, karena Iran dapat membalas dengan menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi dan Qatar yang lebih rentan.
- Upaya serangan militer langsung ke Pulau Kharg dinilai sebagai 'bencana strategis' karena pertahanan rudal pantai dan drone Iran yang sangat kuat.
Suara.com - Upaya Amerika Serikat untuk melumpuhkan Iran dengan satu serangan ke pulau Kharg kini terancam gagal total di tengah strategi pertahanan Teheran yang semakin adaptif.
Strategi usang yang menargetkan pusat ekspor minyak di Pulau Kharg kini dinilai justru bisa menjadi aksi 'bunuh diri' bagi Washington.
Menurut pengamat politik internasional Andrey Chuprygin, serangan tersebut tidak hanya akan gagal melumpuhkan perekonomian Iran, tetapi juga bisa memicu bencana strategi bagi Pentagon.
Dosen senior di bidang Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Fakultas di Higher School of Economics Rusia itu, menjelaskan bahwa kemampuan AS untuk melumpuhkan Iran dengan satu serangan ke Pulau Kharg kini telah "dihilangkan".
Republik Islam disebut telah lama menerapkan kebijakan desentralisasi infrastruktur kritisnya dan menempatkan stasiun-stasiun pompa utama di bawah tanah.
Terlebih lagi, Iran kini telah mengoperasikan terminal minyak baru di Jask yang lokasinya berada di luar Selat Hormuz yang rawan konflik.
Terminal yang terhubung dengan pipa sepanjang 1.000 kilometer ke ladang minyak Provinsi Bushehr ini membuat Iran tidak lagi bergantung pada satu titik keluar untuk mengekspor minyaknya.
Jika Washington nekat membombardir Kharg, Chuprygin berspekulasi bahwa pembalasan terhadap Teheran akan jauh lebih luas dari sekadar pangkalan militer AS di Qatar dan Bahrain.
Target potensial Iran justru adalah infrastruktur kunci milik sekutu AS yang menopang rantai pasokan energi Barat.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali ke Level 100 Dolar Imbas Perang Iran, Israel dan AS
Fasilitas pengolahan minyak terbesar di Arab Saudi, seperti Abqaiq, serta terminal gas Qatar yang menjadi pusat investasi raksasa korporasi Amerika, bisa menjadi sasaran empuk.
Serangan terhadap situs-situs ini akan membuat harga minyak dunia menjadi sama sekali tidak dapat diprediksi bagi konsumen di negara-negara Barat.
“Setiap upaya AS untuk menyerang infrastruktur Iran tampak seperti bunuh diri ekonomi karena Iran dapat menimbulkan kerusakan simetris pada aset-aset yang jauh lebih rentan dan kurang terlindungi,” kata sang analis dikutip dari Sputnik, Senin (16/3/2026).
Ia mencatat, sementara Iran telah hidup di bawah sanksi selama puluhan tahun dan memiliki jalur penjualan yang mapan di Asia, pengurangan pasokan minyak dari Teluk Persia justru akan memicu peningkatan tajam inflasi di dalam negeri AS.
Dari sisi militer, upaya serangan darat atau laut ke Pulau Kharg juga dinilai sebagai sebuah misi yang mustahil.
Pulau tersebut berada dalam jangkauan baterai rudal pesisir Republik Islam dan kawanan drone serang Ababil serta Shahed.
Berita Terkait
-
Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir
-
Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi
-
Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti