Sejarah Batik di Indonesia
Batik merupakan teknik menggambar motif di atas kain dengan menggunakan canting dan malam. Kata batik sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘amba’ yang memiliki arti menulis, dan ‘titik’.
Diketahui, adanya batik di Indonesia ini sudah sejak lama, yaitu dari masa Kerajaan Majapahit. Hal tersebut diketahui dari sejumlah arca batu peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang ternyata ditemukan motif batik.
Berdasarkan informasi yang beredar, Arca Harihara yang merefleksikan pendiri Majapahit, Raden Wijaya yang mengenakan batik kawung.
Adanya batik dari peninggalan masa Kerajaan Majapahit juga bisa ditemui di wilayah Mojokerto dan Bonorowo atau yang saat ini dikenal dengan Tulungagung.
Menilik dalam sejarah, tradisi membatik ini hanya ada di wilayah kerajaan saja. Hal tersebut dikarenakan batik sendiri hanya dikenakan oleh kalangan bangsawan.
Oleh karenanya, batik pada zaman dahulu identik dengan kalangan ningrat dengan gaya berpakaian yang eksklusif.
Di masa itu, batik ini hanya digunakan oleh Raja, dan kalangan petinggi kerajaan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tradisi batik mulai menyebar di luar kerajaan.
Bahkan, pada saat itu batik juga sudah mulai ditiru oleh kalangan rakyat jelata. Mereka mulai menjadikan kegiatan membatik pekerjaan terutama bagi kalangan wanita.
Baca Juga: Ucapan Hari Batik Nasional 2022, Diunggah Jadi Status WA, IG dan FB, Besok 2 Oktober!
Di sisi lain, teknik batik sendiri kabarnya sudah ada sejak ribuan tahun silam.
Melansir dari berbagai sumber, teknik membatik diperkirakan berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria. Selanjutnya, teknik batik menyebar hingga ke beberapa negara, termasuk salah satunya Indonesia.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Ucapan Hari Batik Nasional 2022, Diunggah Jadi Status WA, IG dan FB, Besok 2 Oktober!
-
Rayakan Hari Batik Nasional, Ini Resep Membuat Bolu Gulung Batik di Rumah: Cuma Butuh 30 Menit!
-
Bikin Bolu Batik Motif Flora, Sambut Hari Batik Nasional 2022
-
Hari Batik Nasional 2022, Cerita Pengrajin Batik Soal Kekuatan Magis Batik Mega Mendung Asal Cirebon
-
Jelang Hari Batik Nasional, Gemasnya Koleksi Basundari: Perpaduan Mega Mendung dan Bunga Mawar
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?