- Seorang pekerja subkontraktor meninggal dunia di PT ASL Shipyard Batam pada Senin (waktu setempat) akibat dugaan sengatan listrik.
- Kepolisian Resor Kota Barelang segera melakukan penyelidikan mendalam mengenai insiden kecelakaan kerja terbaru ini di lokasi.
- Insiden ini merupakan rangkaian kecelakaan di perusahaan yang sama, setelah sebelumnya menyebabkan korban jiwa pada Juni dan Oktober 2025.
Suara.com - Insiden kecelakaan kerja kembali menghantui aktivitas industri galangan kapal di Kota Batam. Seorang pekerja subkontraktor dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat bekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Senin (waktu setempat).
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal tersebut sepanjang tahun 2025.
Aparat kepolisian pun langsung bergerak menyelidiki insiden terbaru yang diduga berkaitan dengan keselamatan kerja.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono memastikan jajaran kepolisian telah turun langsung ke lokasi kejadian.
Tim gabungan dari Polresta Barelang dan Polsek Batu Aji saat ini tengah mengumpulkan keterangan serta bukti di lapangan.
“Kapolsek Batu Aji dan Satreskrim Polresta Barelang sudah turun ke TKP (tempat kejadian perkara-red), proses penyelidikan sedang berjalan,” ujar Anggoro saat dikonfirmasi di Batam, seperti dikutip dari Antara, Senin (29/12/2025) malam.
Kecelakaan kerja tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diduga tersengat aliran listrik saat menjalankan aktivitas di area galangan kapal milik pengusaha asal Singapura tersebut.
Meski sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawa korban tidak tertolong.
Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Hingga kini, identitas korban belum diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Geger Video Bom di Bandara Batam, Kapolda Kepri: Hoaks! Pelaku Sedang Kami Kejar
Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di PT ASL Shipyard sepanjang 2025. Pada 24 Juni 2025, kecelakaan kerja menewaskan empat orang pekerja dan melukai lima lainnya.
Kemudian pada 15 Oktober 2025, kecelakaan serupa kembali terjadi dan menewaskan 13 pekerja serta melukai sembilan orang lainnya.
Dua kecelakaan besar tersebut diketahui sama-sama terjadi saat pekerja melakukan perbaikan kapal MT Federal II yang tengah menjalani proses docking di galangan PT ASL Shipyard.
Polresta Barelang sebelumnya telah menyelidiki kecelakaan kerja 24 Juni 2025 dan menyimpulkan adanya unsur kelalaian kerja. Perkara tersebut kini telah memasuki tahap pembuktian di persidangan.
Sementara itu, untuk kecelakaan 15 Oktober 2025, proses hukum masih berada pada tahap penyidikan.
Berita Terkait
-
Geger Video Bom di Bandara Batam, Kapolda Kepri: Hoaks! Pelaku Sedang Kami Kejar
-
Batavia Prosperindo Lewat RFI Kucurkan Rp200 Miliar Transformasi Mal di Batam
-
BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Resmi Go Live Nasional Penjaminan Dugaan KK/PAK di Aplikasi
-
Ekonomi Melonjak, BP Batam Siapkan Strategi Kurangi Pengangguran
-
NeutraDC Nxera Batam Jadi Pusat Hyperscale Data Center Berbasis AI dari TelkomGroup
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan
-
Rismon Bandingkan Diri dengan Einstein: 'Ilmuwan Saja Bisa Revisi, Kenapa Saya Dicap Pembelot?'
-
Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Luka-luka, Satu Kritis dengan Luka Bakar Serius
-
BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8
-
Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Kepala BNPB Langsung Terbang ke Sulawesi Utara Siang Ini
-
BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat
-
Jadi Kurir Sabu 1 Kg di Pasar Senen, Pria di Jakpus Terancam Penjara Usai Diupah Rp20 Juta
-
Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global
-
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki