Suara.com - Polisi Kolkata membuka penyelidikan atas tuduhan bahwa tokoh kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, digambarkan sebagai iblis di festival Durga Puja.
BBC melaporkan bahwa sebuah struktur yang ada di festival tersebut menunjukkan Dewi Durga mengarahkan trisulanya ke seorang pria botak berkacamata dan memegang tongkat (yang dianggap memiliki kemiripan dengan Gandhi), dan hal tersebut telah memicu kontroversi.
Sebuah wig dan kumis kemudian ditambahkan ke sosok itu untuk meredakan kemarahan masyarakat.
Mahatma Gandhi merupakan sosok yang sangat dihormati di India dan disebut sebagai 'bapak bangsa'.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok garis keras Hindu secara terbuka mengkritiknya dan menuduhnya terlalu pro-Muslim dan bersikap lunak terhadap Pakistan.
Struktur itu dipasang dalam perayaan Durga Puja, sebuah festival Hindu tahunan untuk menghormati Dewi Durga.
Festival ini merupakan yang terbesar di negara bagian Bengal Barat dan menampilkan dekorasi-dekorasi yang rumit, yang dikenal sebagai "pandal".
Panitia pandal kontroversial itu adalah kelompok sayap kanan All India Hindu Mahasabha.
Media lokal melaporkan bahwa pengunjung menyadari kemiripan patung itu dengan Gandhi, dan petugas polisi kemudian mengunjungi lokasi pada Minggu (2/10) malam dan meminta penyelenggara untuk menambahkan wig dan kumis pada patung tersebut.
Salah satu pimpinan All India Hindu Mahasabha, Chandrachur Goswami, mengatakan kepada surat kabar The Hindu bahwa mereka terpaksa mengubah tampilan patung tersebut karena polisi "memaksa kami untuk melakukannya".
"Kebebasan berekspresi kami telah dibatasi," ujarnya.
Dia mengakui bahwa sosok iblis itu memiliki "kesamaan fisik dengan Gandhi" dan menambahkan bahwa mereka tidak menganggap Gandhi sebagai bapak bangsa.
Partai-partai politik di negara bagian tersebut mengecam keras insiden tersebut, dan kantor berita ANI melaporkan bahwa seorang pemimpin Kongres telah mengajukan pengaduan ke polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan
-
Inosentius Dapat Tugas Baru, DPR Beberkan Alasan Adies Kadir Dipilih Jadi Hakim MK
-
Ahok Sebut Tak Ada Temuan BPK dan BPKP Soal Penyewaan Terminal BBM oleh Pertamina
-
Integritas Dipertanyakan, DPR Klaim Adies Kadir Mampu Jaga Kredibilitas Hakim Konstitusi
-
Dicecar 30 Pertanyaan Soal Kematian Lula Lahfah, Apa Peran Reza Arap Sebenarnya?
-
Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Relokasi dan Pembebasan Lahan Segera Berjalan
-
Rocky Gerung Usai Diperiksa di Kasus Ijazah Jokowi: Dapat Pisang Goreng dan Empat Gelas Kopi
-
5 Fakta Pernyataan Nyeleneh Noel di Sidang Pemerasan: Sebut Nama Purbaya hingga Minta Dihukum Mati
-
Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan
-
DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden