Suara.com - Pelimpahan tahap dua berkas perkara Ferdy Sambo dilakukan pada Rabu (5/10/2022) hari ini. Selain berkas, tersangka serta barang bukti juga secara resmi dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung di kesempatan yang sama.
Dengan demikian, kasus pembunuhan Brigadir J akan segera bergulir ke persidangan. Hal ini memunculkan kembali pertanyaan soal pengamanan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terutama untuk mencegah adanya intervensi dari pihak eksternal.
Salah satu isu yang pernah berkembang adalah dengan menempatkan puluhan JPU tersebut di safe house. Namun tampaknya rencana tersebut tak jadi terlaksana, seperti yang disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana.
"Tentang safe house, itu ide yang baik, dan kami menghargai. Tentang pengamanan jaksa agar tidak diintervensi, kami sudah punya sistem untuk melakukan itu," ucap Fadil, dikutip Suara.com dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews.
Meski begitu, Fadil memastikan integritas serta profesionalisme jaksa-jaksa yang diterjunkan untuk mengurusi kasus Sambo cs sangat terjaga.
Namun Fadil tetap mengungkap sejumlah langkah yang dilakukan Kejagung untuk memastikan proses hukum atas mantan Kadiv Propam Polri itu berjalan tanpa intervensi siapapun alias "masuk angin".
"Saya yakin benar intervensi tidak ada, karena negara kita ini negara hukum. Saat ini kami pastikan Kejaksaan Agung tidak bisa diintervensi, karena kita harus menjaga netralitas dalam proses penanganan perkara," kata Fadil.
"Saya yakin juga seluruh masyarakat Indonesia dapat mengawasinya, termasuk media ini. Nggak ada yang bisa kita tutupi lagi saat ini di dunia digital, jadi kalian turut mengawasi, mengawal supaya perkara ini berjalan dengan sebaik-baiknya," sambungnya.
Fadil menekankan penegak hukum selalu bekerja sesuai dengan bukti-bukti yang ada ketimbang mengacu kepada asumsi maupun isu. Hal yang sama juga berlaku untuk puluhan JPU yang ditugaskan untuk mengurus kasus pembunuhan berencana sekaligus obstruction of justice tersebut.
Baca Juga: 6 Kontainer Barang Bukti Kasus Ferdy Sambo Tiba di Kejaksaan, Netizen: Ti Ati Kebakaran Pak, Ups
"Saya pesan kepada jaksa, jangan pikiran kalian terganggu oleh hal-hal di luar hukum. Kalian penegak hukum. Jaksa selalu saya arahkan seperti itu," pungkasnya.
Muncul Wacana Jaksa Diinapkan di Safe House sampai Disadap
Sebelumnya Komisi Kejaksaan RI menggulirkan wacana untuk menempatkan jaksa-jaksa penuntut kasus Ferdy Sambo di sebuah safe house selama persidangan berlangsung.
Bahkan bukan hanya itu, Komisi Kejaksaan menyebut sarana komunikasi para jaksa juga sebaiknya disadap dan dimonitor untuk memastikan persidangan berjalan dalam mekanisme yang seharusnya.
"Semua sarana komunikasi dari jaksa yang 30 orang itu dilakukan penyadapan dan monitor," terang Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Pagi di kanal YouTube KOMPASTV.
"Bahkan mereka juga dipersiapkan untuk di safe house-nya, untuk memastikan tidak ada gangguan dan koordinasi selama persidangan. Jaksa Agung Muda bidang Intelijen dan Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan untuk mengawasi teknis internal dari pengaruh-pengaruh yang diduga tadi," tambahnya.
Berita Terkait
-
6 Kontainer Barang Bukti Kasus Ferdy Sambo Tiba di Kejaksaan, Netizen: Ti Ati Kebakaran Pak, Ups
-
Tiba di Kejagung Naik Rantis Brimob, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Dikawal Bak Jenderal
-
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Tetap Berpisah, Ditahan di Tempat Berbeda
-
Barang Bukti Kasus Brigadir J Banyak yang Hilang, CCTV Rumah Ferdy Sambo Sudah Tak Ada Harapan?
-
Bersiaplah! Menanti Sebuah Kejutan dan Strategi Bharada E Bongkar Kelicikan Ferdy Sambo di Meja Sidang
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang
-
Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon
-
Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!
-
Pasutri Pemilik WO di Jaktim Tipu Calon Pengantin, Modus Promo Murah di Instagram Terbongkar
-
Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global
-
Prabowo dan Megawati Akrab di Gedung Pancasila: Saling Persilakan Jalan Berujung Gandengan dan Tawa
-
Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh
-
Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort