Suara.com - Presiden Joko "Jokowi' Widodo telah menunjuk sekretarisnya Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Anies Baswedan yang masa jabatannya berakhir pada 16 Oktober 2022. Profil Heru Budi Hartono pun menjadi sorotan.
Heru bak tangan kanan bagi Jokowi. Ia telah bekerja sama sejak Jokowi terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012. Heru memimpin keuangan provinsi dan manajemen aset selama masa gubernur Jokowi hingga 2014, ketika Jokowi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dan menang.
Pria ini menjadi salah satu dari tiga kandidat yang diusulkan oleh dewan untuk menggantikan Anies. Jika benar Heru terpilih, ia akan menjadi penjabat gubernur hingga pemilihan gubernur pada 2024. Lantas siapa Heru Budi Hartono sebenarnya? Mari kita ketahui dari membaca profil Heru Budi Hartono berikut ini.
Latar Belakang/Kehidupan Pribadi
Heru Budi Hartono lahir di Medan, 13 Desember 1965. Ia membangun bahtera rumah tangga dengan Mirdiyanti, pernah menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jakarta Utara pada tahun 2014.
Istri Heru Budi Hartono dilantik menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Administrasi jakarta Utara menggantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan sebelumnya, yakni Naniek Bambang Sugiyono.
Riwayat Pendidikan Heru Budi Hartono
Heru Budi Hartono memiliki latar belakang pendidikan sebagai berikut:
- lulus dari SMP PSKD I Jakarta Pusat (1997-1981)
- S1 dan S2 di Universitas Krisna Dwipayana di Jakarta.
Ia juga menempuh pendidikan non gelar sebagai berikut:
Baca Juga: Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies, Karier Heru Budi Hartono Moncer di Pemerintahan
- Manajemen Proyek (Diklat Provinsi DKI Jakarta) (2000)
- Kursus Keuangan Daerah (KKD) (FE-UI) (LPEM – UI) (1999)
- Manajemen Perencanaan Pembangunan (FE-UI) (LPEM – UI) (1998)
- ADUM (Diklat Provinsi DKI Jakarta) (1995)
- Brevet A Pajak (Yayasan Artha Bhakti) (1990)
Perjalanan Karier Heru Budi Hartono
Sosok yang sempat menjadi Kasetpres ini memiliki perjalanan karir sebagai berikut:
- Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (Kabiro KDH dan KLN)
- Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara
- Wali Kota Jakarta Utara selama Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta
- Kepala Badan Pengelola Keuatanan Aset Daerah (BPKAD) pada masa Basuki Tjahata Purnama mnejadi Gubernur
- Calon wakil gubernur pendamping Basuki Tjahaja Purnama pada masa pemilihan Gubernur tahun 2017
- Staf Khusus Wali kota Jakarta Utara (1993)
- Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara (1995)
- Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara (1999)
- Kepala Sekretariat Presiden RI (2017)
Harta Kekayaan Heru Budi Hartono
Kekayaan Heru Budi Hartono berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) adalah sebagai berikut ini. Total kekayaan Heru Budi Hartono senilai Rp 31,9 miliar, untuk periode 2021 dan dilaporkan pada 16 Februari 2022.
Rincian kekayaan tersebut berupa:
- 12 bidang tanah dan bangunan senilai Rp23 miliar, tersebar di Jakarta, Bekasi, Bogor sampai Karawang
- Memiliki 7 alat transportasi berupa mobil dan motor, total kekayaan senilai Rp 1,2 miliar
- Harta bergerak senilai Rp 617 juta
- Surat berharga senilai Rp 3,6 juta
- Harta kas dan setara kas senilai Rp 12,6 miliar
- Utang sebesar Rp 6 miliar
Demikian itu informasi singkat yang berhubungan dengan profil Heru Budi Hartono.
Berita Terkait
-
Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies, Karier Heru Budi Hartono Moncer di Pemerintahan
-
Dipilih Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies, Kasetpres Heru Budi Hartono: Tunggu Saja, Belum Sah
-
Punya 12 Tanah, Harta Kekayaan Heru Budi Hartono Tiga Kali Lipat Lebih Tinggi dari Anies
-
Terpopuler: Baim Wong Mengaku Salah, Kasetpres Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU
-
Bak Film Laga, Detik-detik Calo Akpol Rp1 Miliar Tabrak Mobil Polisi Saat Ditangkap
-
Divonis Bersalah Meski Bebas Bersyarat, Pendukung Laras: Ini Keadilan Setengah Jalan
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum