News / Internasional
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:41 WIB
Bendera India.(Unsplash.com)

Suara.com - India dilaporkan mengecam keras Amerika Serikat terkait sikap dan kebijakannya dalam sengketa wilayah antara New Delhi dan negara tetangganya, Pakistan.

Kontroversi itu berawal ketika Duta Besar AS untuk Pakistan, Donald Blome, melakukan kunjungan selama tiga hari ke wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, di wilayah Himalaya yang terpecah. Pakistan menyebut wilayah yang dikuasainya sebagai Jammu dan Kashmir yang bebas (AJK).

“Saya merasa terhormat mengunjungi AJK untuk pertama kalinya," kata Kedutaan Besar AS yang mengutip Blome, usai kunjungannya ke sejumlah tempat bersejarah di area tersebut.

Diplomat AS itu mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior AJK, serta perwakilan akademisi, bisnis, budaya, dan masyarakat sipil.

Kedubes AS kemudian mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa kunjungan Blome itu bertujuan untuk memajukan "kemitraan AS-Pakistan dan menggarisbawahi ikatan ekonomi, budaya dan relasi antar individu."

Kunjungan ke wilayah tersebut jarang dilakukan oleh seorang duta besar AS. New Delhi menganggap wilayah itu sebagai bagian integral India dan menyebutnya sebagai Kashmir yang diduduki Pakistan.

Islamabad menolak klaim-klaim India dan menyebut Kashmir sebagai wilayah sengketa yang diakui internasional sesuai resolusi PBB yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pakistan juga menyebut sisi lain dari wilayah yang terbelah itu sebagai Kashmir yang diduduki India.

Kedua negara itu mengklaim wilayah tersebut seutuhnya dan pernah berperang tiga kali disana sejak mereka meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1947. [VOA Indonesia]

Load More