Suara.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kontrak 35 ribu hektare tanah dengan petani yang menjadi upaya pemerintah provinsi setempat meningkatkan kecukupan pangan.
Menurut Sultan, kecukupan pangan memang menjadi salah satu prioritas dalam program kerja setelah dirinya dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/10/2022).
"Kalau pangan tadi juga kami laporkan ke Presiden dimana kami punya kontrak dengan pemilik tanah petani-petani, itu 35 ribu hektare untuk ditanami pangan," kata Sri Sultan HB X kepada media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta selepas prosesi pelantikan.
Sultan menjelaskan kontrak tersebut berdurasi 10 tahun dan bisa diperpanjang, dimana 35 ribu hektare lahan yang dikontrak harus ditanami untuk pangan, khususnya beras.
Kendati demikian Sri Sultan menyatakan para petani pemilik lahan tetap memiliki keleluasaan apabila ingin keluar dari kontrak tersebut atau menjual kepemilikan tanah mereka.
"Itu boleh, tapi nanti Bapak/Ibu Bupati harus bisa mengganti dengan (lahan) petani lain sesuai dengan yang akan keluar itu berapa hektare," ujarnya.
Menurutnya, hal itu ditempuh demi memastikan keberlangsungan program penguatan ketahanan pangan lewat keberadaan lahan tanam tetap. Program itu, lanjutnya, sudah cukup lama dilakukan dan telah membuahkan hasil positif terhadap kebutuhan beras DIY.
"Yang kami lakukan selama tujuh tahun ini kami produksinya berlebih. Kami hanya butuh setiap tahun 667 ribu ton kira-kira segitu, tapi produksinya sudah 980 ribu ton," tuturnya.
Kelebihan produksi tersebut, lanjut Sri Sultan, peruntukan dan harga jualnya di pasaran diserahkan secara bebas kepada para petani.
Lebih lanjut, Pemprov DIY juga terus melakukan pendataan dan verifikasi kecukupan pangan di setiap desa di wilayah mereka. "Desa-desa mana yang kecukupan pangan dan desa-desa mana yang belum kecukupan pangan, karena kondisi geografisnya tidak memungkinkan untuk surplus," katanya.
Selain kecukupan pangan, ada tiga isu lain yang menurut Sri Sultan menjadi prioritas periode pemerintahan DIY 2022-2027 yakni kemiskinan, ketimpangan wilayah, dan lingkungan.
Sri Sultan HB X dan KGPAA Paku Alam X sebelumnya mendapat pesan dari Presiden Jokowi untuk fokus mengendalikan harga pangan dan inflasi di DIY setelah kembali bekerja seusai dilantik.
"Yang paling penting tadi titip kepada beliau untuk urusan yang berkaitan dengan harga pangan dan inflasi supaya menjadi fokus perhatian," kata Jokowi kepada awak media selepas prosesi pelantikan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara