Berdasarkan keterangan di atas, maka bisa diperkirakan seberapa besar penderitaan yang dialami korban meski sudah 10 hari lebih berlalu sejak tragedi Kanjuruhan terjadi.
Karenanya warganet mendesak seluruh pihak terkait untuk bertanggung jawab, terutama polisi yang telah bertubi-tubi menembakkan gas air mata.
"Menyalahi prosedur usut tuntas minta kapolri bertanggungjawab atas insiden ini di mana profesionalisme polri ini sangat merugikan masyarakat," komentar warganet.
"Astaghfirullohal'adziim.. gak cukup dengan minta maaf harus benar-benar dituntut ini mah.. Aparat zholim banget yaa.." kata warganet.
"Yaa Alloh, ngeri banget kalau kena gas air mata... Itu bisa sembuh normal lagi apa tidak ya? Kasihan, gak tega lihatnya .." imbuh warganet lain.
"Yang kayak gini dibilang gas air mata tidak berbahaya," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Sepakat Gas Air Mata Tak Mematikan, Penasihat Kapolri Yakin Tragedi Kanjuruhan Didesain: Agar Polisi Dibully
-
Korban Tragedi Kanjuruhan ke-132, Helen Prisela Alami Pendarahan Organ Dalam
-
Warganet Ngamuk di Akun Medsos Polri Soal Gas Air Mata Tak Mematikan: Nyatanya Banyak yang Mati!
-
Kaesang Pangarep Sindir Pernyataan Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Mematikan: Lu Percaya Omongannya?
-
TERNYATA! Deal Panpel dan Kapolres Malang Cetak Tiket 42.516, Haris: Niatanya 38.054
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan