Respon Gibran
Putra sulung Jokowi sekaligus Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku bosan merespon munculnya isu ijazah palsu ayahnya yang belakangan kembali mencuat. Sebab, hal ini terus-terusan ada.
"Itu isunya muncul terus, tanya yang bikin isu. Saya sampai bosan menanggapi," ungkap Gibran kepada awak media di Solo, Jawa Tengah, Senin (10/10/2022).
Gibran kemudian menyampaikan bahwa bantahan yang sudah ratusan kali dilontarkan pun menjadi sia-sia jika ada hubungannya dengan pihak yang tidak menyukai Jokowi.
Lebih lanjut, katanya, apabila Jokowi menggunakan ijazah palsu, mungkin dirinya akan gagal saat mendaftar sejumlah kontestasi politik. Mulai dari Pemilihan Wali Kota Surakarta, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, hingga Pemilihan Presiden 2014.
"Sekarang daftar wali kota, gubernur, orang kalau tidak pakai ijazah terus pakai apa? Apa pakai daun pisang? Kan tidak, masa mau berbohong pendaftaran presiden," ucap Gibran.
Klarifikasi UGM
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ova Emilia memberikan klarifikasi atas isu ijazah palsu Jokowi sebagai bentuk tanggung jawab UGM. Sebab mereka merupakan institusi penyelenggara pendidikan tinggi kepada para alumninya.
"Artinya bukan karena yang dipertanyakan adalah orang nomor satu, bukan itu. Misalnya, ada alumni yang ingin diverifikasi ya kami juga akan melakukan langkah verifikasi sesuai dengan proporsi nya," kata Ova Emilia pada konferensi pers di kampus UGM, Sleman, Selasa (11/10/2022).
Baca Juga: UGM Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Habib Syakur Dorong Penyebar Hoaks Diproses Hukum
Ova Emilia dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa ijazah yang dimiliki Jokowi sebagai lulusan sarjana Fakultas Kehutanan UGM adalah asli. Jokowi merupakan alumni angkatan tahun 1985.
"Atas data dan informasi yang kami miliki, dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini mengenai keaslian ijazah sarjana Ir. Joko Widodo dan yang bersangkutan memang lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Dinyatakan lulus UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki," ungkap Ova.
Lalu, terkait format tulisan pada ijazah Jokowi yang dinilai berbeda dengan ijazah alumnus UGM lainnya, Ova mengatakan jika di tahun itu memang belum ada penyeragaman format dan masih memakai tulisan halus.
"Menggunakan tulis halus dan sepertinya memang waktu itu belum sampai ada penyeragaman, misalnya, kalau sekarang di Dikti itu ada formatnya khusus sehingga kadang-kadang memang ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Tapi kami tetap mempunyai dokumen arsip dari itu," lanjutnya.
Dalam hal ini, Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta juga membenarkan bahwa ijazah Presiden Jokowi sudah sesuai dengan format ijazah dari Fakultas Kehutanan UGM di tahun pelajaran itu.
Konfirmasi Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta
Menyusul isu tersebut, Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto juga memastikan bahwa ijazah yang dimiliki Jokowi adalah asli. Sebab, ijazah palsu yang dilaporkan juga tentang pendidikan SMA-nya.
Agung Wijayanto kemudian menegaskan bagi orang-orang yang ragu dengan keaslian ijazah tersebut, bisa datang langsung ke sekolah untuk memeriksa lebih lanjut.
"Kalau yang begini, saya tidak mau menanggapi berlebihan. Begini saja, kalau ada yang ragu, silakan datang dan cek ke SMAN 6 Surakarta. Dokumennya kan ada di sana," katanya tegas.
Dokter Tifa Tantang Pihak UGM
Klarifikasi Ova Emilia sepertinya belum bisa diterima oleh Dokter Tifa. Sebab dilihat Suara.com di akun Twitter-nya, Rabu (12/10/2022), ia justru menantang balik Ova.
Dokter Tifa terlihat mengunggah tautan berita salah satu media daring mengenai klarifikasi isu ijazah palsu Jokowi dan menambahkan cuitan opininya sebagai keterangan.
Dalam cuitannya itu, Dokter Tifa menantang Ova untuk menghadiri persidangan perkara ijazah palsu, pekan depan. Tepatnya pada hari Selasa (18/10/2022) mendatang.
"Usul saya lebih baik Rektor UGM hadir di Persidangan saja tanggal 18 Oktober 2022. Karena press release, video, atau apapun bukan bukti yang cukup untuk menunjukkan keabsahan suatu materi hukum. Saya tentu sangat berharap perkara ini segera clear," tulis Dokter Tifa.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
UGM Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Habib Syakur Dorong Penyebar Hoaks Diproses Hukum
-
Dinilai Lepas dari Pemerintahan, NasDem: Kita Ingin Kawal Pak Jokowi Agar Soft Landing
-
Ngaku Tak Ingin Membanding-bandingkan, AHY Sebut Indonesia Lebih Sejahtera di Era SBY: Kita Butuh Perubahan!
-
Serang Balik! Hasto PDIP Diskatmat Politikus NasDem Gegara Koar-koar "Biru" Lepas dari Jokowi: Politik Rendahan
-
9 Potret Shania Adik Erina Gudono, Calon Adik Ipar Kaesang Pangarep
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK
-
PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global
-
KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
-
Tak Ada SP 1 dan 2, Guru Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Langsung Pecat!
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni
-
Ajak Warga Jakarta Jujur Saat Disensus, Pramono: 'Kaya Ya Kaya, Miskin Ya Miskin'
-
KPK Klaim Belum Ada Permintaan Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah
-
Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?