Suara.com - Koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat belum juga dideklarasikan meski sudah mencapai penjajakan 90 persen. Untuk Nasdem, sebelumnya sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024.
Menanggapi itu Juru Bicara PKS Muhammad Kholid memaparkan sejumlah hal yang membuat deklarasi belum bisa disegerakan.
Ada empat hal penting yang menjadi poin pembahasan, sebelum akhirnya koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat benar-benar direalisasikan. Poin pertama ialah menyangkut pilihan calon presiden dan calon wakil presiden.
"Pertama, paslon capres cawapres yang ideal," kata Kholid kepada wartawan, Selasa (18/10/2022).
Poin kedua adalah menyamakan platform perjuangan ketiga partai. Penjajakn juga masih membahas terkait desain pemerintahan ke depan. Pembahasan itu menjadi poin ketiga.
Terakhir, yang menjadi poin keempat ialah menyusun strategi pemenangan menghadapi Pilpres 2024 apabila koalisi ini benar-benar terbentuk.
"Keempat, strategi pemenangan," kata Kholid.
Semakin Menguat
Sebelumnya, Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Al Muzzammil Yusuf mengatakan bahwa penjajakan koalisi tiga partai tersebut memang semakin menguat. Terbaru, tiga petinggi partai itu bahkan duduk bareng satu meja dengan Anies Baswedan dalam kesempatan yang sama, Minggu malam.
Baca Juga: Nafa Urbach Umumkan Kapan Mundur dari Nasdem, Pantau Jadwalnya
Anies diketahui merupakan figur yang diusung menjadi bakal calon presidne oleh NasDem.
"InsyaAllah semakin menguat ke depan," kata Muzzammil kepada wartawan, Senin (17/10/2022).
Muzzammil tidak banyak mengomentari soal progres penjajkan koalisi antara PKS, Demokrat dan NasDem. Ia hanya meminta doa agar ketiga partai bisa menghasilkan koalisi yang terbaik.
"Semoga PKS bisa membentuk koalisi untuk menghadirkan perubahan menuju perbaikan bangsa," kata Muzzammil.
Tinggal Urusan Teknis
NasDem berharap PKS dan Partai Demokrat memanfaatkan waktu lebih baik untuk segera mendeklarasikan koalisi. Menurut NasDem deklarasi lebih cepat justru lebih baik.
Berita Terkait
-
Tegaskan Komitmen NasDem di Pemerintahan, Surya Paloh Singgung 'Partai Tolol Atau Loyal', Analis: Tidak Aneh
-
Nafa Urbach Ingin Temui Anies Baswedan Terlebih Dahulu, Kemudian Umumkan Apakah Mundur atau Bertahan di Nasdem
-
Klaim Demi Koalisi Tetap Stabil, NasDem Minta Anies Pilih Cawapres dari Non-Partai: Artinya Dia Bukan Siapa-siapa
-
Nafa Urbach Umumkan Kapan Mundur dari Nasdem, Pantau Jadwalnya
-
Surya Paloh Tak Gentar Dihina Bodoh Usai Usung Anies Baswedan, Sebut Semua Tak Berjalan Mulus: Kita Tak Pernah Berubah!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
-
Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
-
BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber
-
Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan
-
BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm
-
Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung