Pada 8 September, Ratu Elizabeth II yang berusia 96 tahun meninggal. Masa berkabung nasional selama 10 hari diikuti seluruh rakyat Inggris dengan pemakaman yang digelar pada 19 September.
Kwarteng Mengumumkan Anggaran Mini
Pada 23 September, pemerintah Inggris meluncurkan anggaran mini baru di parlemen. Tujuannya untuk memotong pajak rumah tangga dan tagihan energi sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam anggaran pemotongan pajak paling signifikan sejak 1972, anggaran baru Kwarteng menjadi pemotongan asuransi nasional, bea materai, dan tarif pajak yang tertinggi.
Kwarteng mengatakan anggaran itu meliputi tiga hal, yakni jaminan harga energi, dukungan yang setara untuk bisnis, serta skema pembiayaan pasar energi.
Adapun rencana yang diajukan untuk memotong tarif pajak penghasilan terendah dari 20 menjadi 19 persen dan mengurangi tarif tertinggi dari 45 menjadi 40 persen.
Pasar Keuangan Kacau
Pemotongan pajak versi Kwarteng dan pembekuan harga energi, yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi Inggris rupanya memiliki efek sebaliknya. Sebab, para pedagang mengingatkan utang yang membengkak untuk dibayar secara insentif.
Mengikuti anggaran, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris melonjak dan pada 26 September pound mencapai rekor terendah di $1,0350. Ini karena pemotongan pajak yang tidak didanai, mengguncang pasar hingga mengalami kekacauan.
Baca Juga: Mundur dari PM Inggris, Mengapa Liz Truss Ramai Dibandingkan dengan Selada?
Bank of England Ikut Campur
Dalam intervensi yang sangat tidak biasa, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada 27 September bahwa mereka memantau dengan cermat perkembangan. Lalu, berencana mendesak pemerintah di London untuk mengubah taktik.
Besoknya, Bank of England (BoE) melangkah untuk mewadahi kepercayaan pasar di Inggris setelah IMF mengkritik anggaran Inggris. Alasannya, hal itu mungkin akan meningkatkan ketidaksetaraan dan bisa memperburuk inflasi.
BoE kemudian mengumumkan bahwa untuk sementara mereka membeli obligasi pemerintah Inggris senilai 65 miliar pound ($ 73 miliar). Tujuannya unfuk memulihkan kondisi pasar yang semula teratur.
Truss Membela Rencana Ekonomi
Pada 29 September, Truss membela rencana ekonominya dan mengabaikan respon negatif dari pasar keuangan. Ia mengatakan bersedia membuat "keputusan sulit" untuk memicu pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkait
-
Mundur dari PM Inggris, Mengapa Liz Truss Ramai Dibandingkan dengan Selada?
-
Kenapa Liz Truss Mundur? Sebulan Jadi PM Inggris, Badai Politik-Ekonomi Tak Kunjung Reda
-
PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Setelah Menjabat 45 Hari
-
Alasan PM Inggris Liz Truss Mundur Setelah Hanya 45 Hari Menjabat, Tak Tahan Dihantam Gejolak Politik
-
Promosikan IKN ke Kancah Internasional, Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Ramai Diperbincangkan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland