Suara.com - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebutkan bahwa ketua umum (ketum) mereka yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa mendongkrak suara untuk Anies Baswedan.
Diketahui bahwa Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai bakal calon presiden (capres).
Namun demikian, Anies maupun NasDem belum menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Dalam hal ini, Andi Arief menyebutkan bahwa dalam berbagai survei elektabilitas, belum ada tokoh capres yang mencapai 30 persen suara termasuk Anies Baswedan.
Dengan menyandingkan AHY untuk Anies Baswedan, Andi Arief yakin suara untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa didongkrak.
"Cawapres bagi Anies menjadi krusial mengingat hingga saat ini belum ada bakal calon presiden yang memiliki elektabilitas di atas 30 persen," kata Andi Arief dalam akun Twitternya, Selasa (25/10/2022).
"Dia mengatakan di sinilah AHY bisa membantu mendongkrak kantong suara Anies," imbuhnya.
AHY sendiri sering kali disebut-sebut dalam bursa pendamping Anies bersama nama-nama lain, seperti Panglima TNI Andika Perkasa, Ahmad Heriawan, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Endar Parawansa.
Pengamat: Andika Lebih Menguntungkan Anies
Baca Juga: Momen AHY dan Surya Paloh Bertemu Kembali, Apa yang Dibahas?
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menyebutkan bahwa Anies bakal lebih diuntungkan jika berpasangan dengan Andika ketimbang AHY.
"Dulu ada yang nyebut AHY karena paket komplit punya Partai Demokrat dan elektabilitas, tapi AHY enggak bisa menutup celah yang dimiliki Anies, terutama penetrasi di Jawa Timur atau Jawa Tengah, kalau memunculkan AHY tidak menambah apapun," ungkap Adi dalam perbincangan di Kanal YouTube Total Politik.
"Partainya dibutuhkan tapi enggak AHY," tambahnya.
Berbeda dengan Anies, Andika bisa mengkonsolidasi kelompok-kelompok minoritas. Basis Andika yang merupakan seorang mualaf juga bisa menutupi kekurangan Anies.
"Kelompok minoritas ini chemistry ke pak andika kuat, terutama kelompok minoritas dan Indonesia bagian timur," ungkap Adi.
Menurut Adi, Anies sendiri sulit untuk masuk ke basis-basis minoritas yang bisa dijangkau oleh Andika Perkasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel