Suara.com - Kamarudin Simanjuntak memiliki banyak informasi terkait dengan kejahatan yang dilakukan oleh ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Dirinya menduga bahwa Putri gengsi cintanya ditolak Brigadir Yosua.
Marah, kesal dan sakit hati karena gagal menggoda ajudannya sendiri, akhirnya peristiwa tragis tersebut pun terjadi. Drama Duren Tiga berdarah-darah pun tak terelakan lagi.
Keterangan ini diungkap Kamarudin dalam diskusi yang ditayangkan dari Kanal Youtube metrotvnews.
"Tidak berhasil menggoda maka muncul kebencian," katanya dikutip Suara.com pada Jumat, (28/10/2022).
Karena gengsinya tersebut membuat Putri Candrawathi jadi tersinggung kepada korban Yosua. Harusnya tidak ada alasan Yosua menolak Putri, apalagi sang suami Ferdy Sambo berstatus jenderal bintang dua.
"Suaminya jenderal bintang 2 dia (Putri) bintang 3 kok dilecehkan oleh brigadir (ditolak)," ungkapnya.
Kamarudin menjelaskan kasak kusuk sang ratu drama menyukai Brigadir Yosua. Perilaku baik Putri tak hanya untuk Yosua yang memberikan kado spesial saat korban ulang tahun.
Kemudian juga kepada keluarga korban dalam hal ini sang adik Yosua, Maha Reza Hutabarat.
"Reza diberi uang dan diberi janji untuk dipindah tempat dinasnya dari Mabes polri ke Jambi," ungkap Kamarudin.
Baca Juga: Profil AKBP Ari Cahya Nugraha, Sosok 'Acay' yang Bantah Terlibat Tim CCTV Km 50
Dia mengaku, Putri menyukai Yosua karena hebat, tangguh dan cekatan.
Saat disinggung untuk membuktikan pernyataan tersebut, Kamarudin menjawab bahwa semua informasi didapat dari intelijen.
"Buktinya apa? Dari awal saya bilang saya tidak melihat. Kalau kita pakai standarnya KUHP harus mendengar, mengalami. Saya memang siapa yang bisa melihat itu?," tegasnya.
"Hakim wajar bingung karena di otak dia adalah standar KUHP," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, perkara pembunuhan Brigadir Yosua sampai saat ini terus bergulir.
Lima tersangka yang ditetapkan dalam pembunuhan tersebut yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel
-
Nyalip Tak Hati-hati, Calya Disopiri Mahasiswa Myanmar Seruduk Minitrans di Duren Tiga
-
Momen Ferdy Sambo Pimpin Khotbah di Gereja Lapas Cibinong Jelang Natal
-
Dari Sel ke Mimbar: Intip Momen Ferdy Sambo Ikuti Praise and Worship di Lapas Cibinong Jelang Natal
-
Nyawa Bumil Irene Sokoy Melayang Usai Ditolak RS di Papua, Puan Maharani: Kami Sangat Prihatin
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi