Suara.com - Para orang tua di Delhi, India, meminta otoritas setempat untuk menutup sementara sekolah demi melindungi para siswa dari polusi udara yang terus memburuk di wilayah itu.
Indiatimes menyebut kualitas udara di Delhi dan kota lainnya di wilayah ibu kota nasional (NCR) masih berada dalam kategori parah pada Kamis (3/11). Di Delhi, Noida, dan Gurugram, indeks kualitas udara hampir menembus angka 500, yang mendekati kategori “berbahaya”.
Dari tanggal 1 hingga 15 November, polusi udara di Delhi NCR biasanya berada dalam kondisi paling tercemar dan diperkirakan akan terus memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara orang tua dari anak-anak usia sekolah di Delhi.
Sejauh ini, sekolah tetap beroperasi secara normal, tetapi ada semakin banyak orang tua yang meminta agar sekolah ditutup hingga tingkat polusi berkurang.
“Jika kualitas udara di Delhi memburuk maka sekolah harus ditutup,” ujar seorang warga yang berasal dari Pandav Nagar di Delhi Timur.
Partai BJP juga menuntut penutupan kelas tatap muka dan menyarankan pengajaran online untuk melindungi anak-anak dari bahaya polusi udara.
Komisi Nasional untuk Perlindungan Hak Anak (NCPCR) juga telah meminta pemerintah Delhi untuk menutup sekolah sampai situasi membaik.
"Keselamatan anak-anak sekolah menjadi perhatian karena tingkat polusi yang berbahaya di Delhi, sejauh ini belum ada keputusan yang diambil oleh pemerintah negara bagian Delhi. Anak-anak menghadapi bahaya dari udara beracun dalam perjalanan ke sekolah, di taman bermain. Kelalaian ini merupakan hal yang salah, NCPCR mengeluarkan peringatan mengenai hal itu,” cuit ketua NCPCR, Priyank Kanoongo, pada Rabu.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Delhi, Gopal Rai, mengatakan rekomendasi tersebut akan diteruskan ke Komisi Manajemen Kualitas Udara (CAQM).
"Komisi Manajemen Kualitas Udara telah membuat Rencana Aksi Tanggapan Bertingkat (GRAP), yang juga harus diterapkan di Uttar Pradesh dan Haryana [yaitu] di Ghaziabad, Noida, Greater Noida, Gurugram, dan Bahadurgarh… Kami membutuhkan dukungan pemerintah di Haryana dan Uttar Pradesh. Mereka harus aktif," katanya.
Otoritas di Noida telah meminta sekolah untuk menghentikan kegiatan di luar ruangan untuk sementara waktu demi keselamatan siswa.
Berita Terkait
-
Orang Tua di India Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Nyawa Anak Lelakinya
-
Sebelum Jembatan Gujarat India Ambruk, Otoritas Setempat Sebut Jembatan Itu Aman Digunakan
-
Fakta Mengerikan Ambruknya Jembatan Gujarat India, Terekam CCTV Digoyangkan Oknum Pengunjung
-
Terungkap Penyebab Ambruknya Jembatan Gantung di India yang Menewaskan 134 Orang
-
Penuh Tragedi, Inilah 4 Peristiwa Berdarah yang Terjadi pada Oktober 2022
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend